YOGYAKARTA - Banyak yang salah mengira, padahal marching band adalah gabungan sempurna dari musik, olahraga, dan seni panggung. Pada anggotanya berlatih keras untuk menciptakan performa yang menakjubkan.
Setiap pertunjukan marching band di lapangan adalah tontonan yang luar biasa. Ini bukan hanya tentang baris berbaris namun keindahan visual dan suara yang menyatu, yang membuktikan kedisiplinan tingkat tinggi.
Marching Band adalah Tradisi Parade Sejak Abad 13
Dilansir dari laman Carved Culture, sejarah marching drum dimulai sekitar tahun 1300-an, berkembang dari drum kuno bernama Tabor.
Tabor pada waktu itu dimainkan sambil memegang tali dan dipukul dengan tongkat, menjadi populer di militer Swiss dan Ottoman pada 1400-an. Drum inilah yang kemudian berevolusi menjadi snare drum modern dan marching band saat ini.
Kini, drum modern ini tidak hanya menjadi simbol upacara, tetapi juga inti dari pertunjukan marching band dan alat penting dalam pendidikan musik.
Marching band modern kemudian dikenal karena pertunjukan yang memukau dan suara yang hidup. Meskipun sebagian besar orang akrab dengan instrumen populer seperti terompet dan klarinet.
Baca juga artikel yang membahas Jenis Musik Ansambel: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohny
Jenis- Jenis Alat Musik pada Marching Band
Menariknya, masih banyak instrumen yang kurang dikenal yang turut berkontribusi pada musik marching band. Untuk itu, mari kita kenali beberapa instrumen musik yang umum ditemukan dalam marching band, berikut di antaranya:
Instrumen Brass (Tiup Logam)
Instrumen brass bertanggung jawab menghasilkan bagian yang kuat. Instrumen ini terdiri dari berbagai jenis yang menghasilkan suara yang berani dan nyaring, berikut pembagiannya:
- Terompet (Trumpet)
Terompet adalah instrumen yang mudah dikenali dalam marching band. Dengan suaranya yang cemerlang dan kemampuannya menembus campuran suara lain, terompet sering memimpin dalam memainkan melodi. Instrumen ini relatif ringan dan sering menjadi pilihan populer.
- Kornet (Cornet)
Mirip dengan terompet, kornet memiliki sedikit perbedaan bentuk dan suara yang lebih lembut (mellow). Sering digambarkan sebagai terompet yang "manis," kornet menghasilkan nada yang lebih halus berkat conical bore-nya. Kornet ringan, membuatnya cocok untuk musisi muda.
- Trombon (Trombone)
Yang membedakan trombon adalah mekanisme slide uniknya untuk mengubah nada. Aksi geser ini menjadikannya salah satu instrumen yang paling ekspresif dalam keluarga brass, menambahkan karakter khas pada keseluruhan suara band.
- Mellophone
Mellophone, terkadang disebut marching French horn, menempati register tengah di bagian brass. Penampilannya adalah persilangan antara French horn dan terompet, dengan bell menghadap ke depan, lebih cocok untuk baris berbaris. Instrumen ini menjembatani celah antara instrumen brass tinggi dan rendah.
- Tuba
Tuba menghasilkan bagian bass dari instrumen brass dan sering dianggap sebagai "tulang punggung" musik karena menyediakan fondasi yang kokoh. Meskipun ukurannya besar dan berat menjadi tantangan saat berbaris, pemain tuba dikenal karena kekuatan dan tekad mereka.
- Sousaphone
Sousaphone adalah jenis tuba yang dirancang khusus untuk marching band. Desain lilitan koilnya memungkinkan pembawaan yang lebih nyaman. Sousaphone adalah pilihan instrumen bass brass yang populer, memberikan suara low-end yang kaya dan kuat.
Instrumen Tiup Kayu (Wind Instruments)
Selain bagian brass, marching band juga menampilkan berbagai instrumen tiup yang berkontribusi pada keseluruhan suara dan tekstur, berikut di antaranya
- Flute dan Piccolo
Flute adalah pilihan populer karena ringan dan mudah dibawa. Suara bernada tingginya memungkinkan untuk menembus suara band lainnya, ideal untuk memainkan melodi. Piccolo, sepupu flute yang lebih kecil, disetel satu oktaf lebih tinggi dan sempurna untuk marching band karena ukurannya yang ringkas.
- Klarinet (Clarinet)
Dikenal karena suaranya yang khas, klarinet adalah instrumen pokok lainnya. Ringan dan mudah dibawa, klarinet mengisi warna dan memperkaya suara secara keseluruhan, sering bermain bersama flute dan saksofon.
- Saksofon (Saxophones)
Kemudian ada saksofon yang menjadi bagian penting dari marching band. Jenis yang paling umum adalah Alto Saksofon, karena lebih ringan dan menghasilkan nada yang lebih tinggi dibandingkan tenor. Bagian saksofon menambah kedalaman dan kekayaan suara.
BACA JUGA:
Instrumen Perkusi (Percussion Instruments)
Bagian perkusi marching band menambahkan ritme, energi, dan dampak pada pertunjukan. Berikut 5 di antaranya:
- Snare Drum
Berbentuk kecil dan silinder, snare penting untuk menjaga ketukan dan menambahkan aksen seperti drum roll dengan suara berderak khas dari kawat snare di bawahnya.
- Bass Drum
Bass drum yang terbesar, memberikan fondasi ritme yang dalam dan menggelegar (booming).
- Tenor Drum (Quad Drums)
Terdiri dari 4–6 drum yang dipasang pada rangka, dimainkan oleh satu musisi untuk menambah kompleksitas ritmis, menjembatani nada snare dan bass.
- Simbal (Cymbals)
Terdiri dari dua piringan yang saling dipukul untuk menciptakan suara crash yang keras dan dramatis. Simbal menambahkan elemen aksen yang dramatis dan memperkuat dampak musikal.
- Glockenspiel (Bell Lyre)
Glockenspiel adalah instrumen perkusi bernada (tuned percussion). Terdiri dari bilah logam yang dimainkan dengan palu keras (mallet), menghasilkan suara bernada tinggi. Dalam marching band, ini dikenal sebagai marching glockenspiel atau Bell Lyre, yang dipegang tegak agar mudah dimainkan saat berbaris.
Marching band memiliki ciri khas yang unik dalam sebuah pertunjukan. Dari bagian brass yang kuat, instrumen tiup yang merdu, hingga bagian perkusi yang ritmis, setiap instrumen memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman musik,
Selain pembahasan mengenai marching band adalah​, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!