JAKARTA - Reality Club bersiap mengukir sejarah baru dalam perjalanan kariernya. Memasuki usia satu dekade, band yang digawangi Fathia Izzati (vokal), Faiz Novascotia Saripudin (vokal, gitar), Nugi Wicaksono (bass), dan Era Patigo (drum) ini bakal menggelar konser tunggal bertajuk “(10) Years of Reality Club — Live in Jakarta” di Basketball Hall Senayan, Jakarta Pusat pada 6 Juni mendatang.
Perjalanan Reality Club merupakan anomali sekaligus inspirasi di industri musik Tanah Air. Berawal dari proyek kamar dan rekaman di dalam lemari baju sepuluh tahun silam, empat anak muda tanpa latar belakang pendidikan musik formal itu berhasil mendobrak batas.
Konser yang dipromotori Katarsis Live ini diproyeksikan bukan sekadar panggung musik biasa, melainkan sebuah ruang retrospektif yang merangkum pertumbuhan Reality Club bersama para pendengar setianya.
Fathia Izzati yang akrab disapa Chia, mengenang masa-masa awal pembentukan band dengan penuh haru. Ia menyebut pencapaian ini sebagai sebuah keajaiban yang nyata bagi mereka yang memulai segala sesuatunya dari titik nol.
“Sepuluh tahun itu sebuah keajaiban buat kami. Di balik Reality Club, tidak ada yang kuliah musik, tidak ada yang punya koneksi industri. Kami mulai dari nol. Bisa sampai di titik ini, itu sesuatu yang tidak pernah kami anggap biasa,” kata Chia dalam keterangannya, Senin, 16 Maret.
Senada dengan Chia, Faiz menekankan bahwa konser ini akan memberikan pengalaman audio-visual yang berbeda dari penampilan mereka di format festival. Penggemar akan diajak menyelami narasi panjang dari empat album yang telah mereka rilis, termasuk lagu-lagu yang jarang dibawakan.
“Ini akan menjadi pertama kali kami bikin konser dengan kapasitas sebesar ini dan tidak hanya merayakan album baru, tapi sepuluh tahun perjalanan dan empat album seluruhnya. Artinya kami memainkan lagu-lagu dari semua album itu. Jadi orang-orang yang datang akan mendapatkan set kami lebih lama plus storytelling dari masa lalu sampai sekarang,” ujar Faiz.
Eksistensi Reality Club selama satu dekade memang patut diperhitungkan. Band ini telah membuktikan kualitasnya dengan menyabet penghargaan kategori Album Alternatif Terbaik dan Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik di AMI Awards. Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan keberhasilan mereka menjalani rangkaian tur di Amerika Serikat dan beberapa negara di Asia.
BACA JUGA:
CEO Katarsis Live, Reyhana Zein, menjelaskan bahwa pemilihan Basketball Hall Senayan sebagai lokasi konser didasari oleh tingginya antusiasme penggemar. Pihak promotor memutuskan untuk memindahkan acara ke venue yang lebih besar guna mengakomodasi permintaan tiket dan memberikan pengalaman imersif yang lebih maksimal.
“Melihat antusiasme penonton yang banyak banget dari tiket yang sudah hampir sold out, juga mendengar masukan untuk membuka opsi penonton tribun, kami memilih venue yang lebih besar dengan mempertimbangkan pengalaman lebih dalam menikmati Reality Club,” kata Reyhana.
Adapun bagi Era Patigo, momentum ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi atas segala pencapaian yang telah diraih.
Sementara Nugi Wicaksono berpesan bahwa warisan terbesar Reality Club adalah keberanian untuk mewujudkan mimpi. Menurutnya, kesuksesan bukan hanya soal percaya, melainkan tentang keberanian untuk mengambil tindakan nyata.
Bagi para penggemar yang ingin menjadi bagian dari perjalanan bermusik Reality Club, tiket konser sudah dapat diakses melalui platform Loket.com.