Bagikan:

JAKARTA - Setiap orang tentu ingin dihargai dan diakui. Kita senang ketika ada yang memuji pekerjaan atau memberi dukungan saat kita menghadapi tantangan. Namun ketika keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain menjadi kebutuhan utama untuk merasa berharga, inilah yang disebut haus validasi.

Ketergantungan pada validasi eksternal dapat membuat kita mudah kecewa, cemas, dan sulit percaya pada diri sendiri. Maka dari itu, penting untuk mengenal tanda-tandanya dan belajar membangun validasi dari dalam diri.

Haus validasi adalah keadaan ketika seseorang selalu membutuhkan persetujuan, pujian, atau penerimaan dari orang lain untuk merasa percaya diri atau merasa dirinya cukup. Tanpa pengakuan tersebut, ia bisa merasa cemas, tidak aman, bahkan rendah diri.

Berikut beberapa ciri umum yang sering muncul, seperti dilansir dari laman Psych Central.

1. Sulit Membuat Keputusan Sendiri

Merasa tidak yakin dengan pilihan Anda dan selalu membutuhkan pendapat atau persetujuan orang lain sebelum bertindak.

2. Takut Mengatakan Tidak

Anda sering mengiyakan sesuatu meski sebenarnya tidak ingin, hanya demi menghindari konflik atau agar tetap disukai.

3. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Anda merasa orang lain selalu lebih baik, menarik, atau sukses, sehingga Anda merasa kurang.

4. Merasa Gelisah Ketika Tidak Dipuji

Saat melakukan sesuatu dengan baik, Anda merasa kecewa jika tidak ada yang memuji atau mengakui usaha Anda.

5. Takut Tidak Disukai atau Ditolak

Anda berusaha menyesuaikan diri berlebihan hanya untuk diterima, bahkan jika itu membuat Anda mengorbankan diri sendiri.

6. Mencari Perhatian Secara Berlebihan

Anda merasa perlu untuk selalu menjadi pusat perhatian agar orang lain memperhatikan keberadaan Anda.

Dampak Buruk Haus Validasi

Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada diri Anda. Anda bisa kehilangan jati diri karena terlalu banyak menyesuaikan diri dengan orang lain.

Secara emosional, Anda juga akan lebih mudah merasa lelah dan terkuras. Selain itu, kondisi ini membuat Anda rentan dimanfaatkan, karena cenderung menomorduakan kebutuhan dan batasan pribadi.

Akibatnya Anda akan kesulitan merasa puas dengan diri sendiri dan bisa kehilangan rasa percaya pada kemampuan pribadi Anda.

Cara Menghentikan Kebiasaan Haus Validasi

Berikut langkah-langkah yang bisa mulai Anda lakukan.

1. Belajar Menghargai Diri Sendiri

Mulailah mengakui usaha yang dilakukan. Tidak harus menunggu orang lain memuji Anda. Tuliskan pencapaian kecil Anda setiap hari.

2. Gunakan Afirmasi Positif

Cobalah kalimat seperti “Saya cukup", "Saya percaya pada diri saya", hingga "Nilai diri saya tidak ditentukan oleh orang lain". Ini membantu membentuk pola pikir yang lebih sehat.

3. Biasakan Mengambil Keputusan Tanpa Mencari Persetujuan

Mulai dari hal kecil seperti memilih makanan atau pakaian berdasarkan apa yang disukai, bukan apa yang akan dipuji orang lain.

4. Belajar Mengatakan Tidak

Mengatakan tidak bukan berarti jahat. Itu bentuk menjaga diri. Mulailah dari penolakan kecil dan tingkatkan perlahan.

5. Pilih Lingkungan yang Mendukung

Berada di sekitar orang yang mendukung dan tidak menuntut Anda untuk menjadi orang lain akan membantu Anda membangun rasa percaya diri.

6. Luangkan Waktu untuk Mengenal Diri

Meditasi, journaling, atau sekadar duduk dengan perasaan sendiri membantu Anda memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan.