JAKARTA - Industri penerbangan global terus bertransformasi seiring meningkatnya kebutuhan akan transportasi udara yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Maskapai di berbagai negara kini berlomba memperbarui armadanya dengan pesawat generasi terbaru yang hemat bahan bakar, berkapasitas optimal, serta memiliki tingkat emisi rendah.
Pesawat buatan Airbus, seperti seri A321neo dan A330neo, menjadi salah satu pilihan utama bagi banyak operator karena menawarkan efisiensi operasional tinggi dan jangkauan penerbangan yang lebih luas.
Selain mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibanding generasi sebelumnya, pesawat ini juga memungkinkan maskapai membuka rute jarak menengah dan jauh dengan biaya lebih efisien.
Bagi maskapai, penggunaan pesawat hemat energi tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang industri penerbangan.
Dalam konteks tersebut, langkah maskapai asal Vietnam, Vietjet, memperkuat armada barunya menjadi bagian dari strategi modernisasi dan efisiensi operasional yang sejalan dengan tren industri global.
Baru-baru ini, Vietjet dan Airbus menandatangani kesepakatan pemesanan 100 pesawat Airbus A321neo, menandai langkah besar dalam upaya memperluas jaringan penerbangan sekaligus meningkatkan efisiensi armada.
Selain itu, Vietjet juga menjalin kerja sama senilai 3,8 miliar dolar AS dengan Rolls-Royce untuk pengadaan 92 mesin Trent 7000, disertai layanan pemeliharaan menyeluruh melalui program TotalCare.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Vietjet untuk memperkuat kapasitas operasional dan memperluas jangkauan internasionalnya.
"Ini adalah langkah serta simbol dari kepercayaan, aspirasi, dan visi bersama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta memperkuat konektivitas global. Airbus dan Rolls-Royce telah menjadi mitra terpercaya kami dalam mewujudkan impian masyarakat untuk terbang dengan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap penumpang," ungkap Nguyen Thi Phuong Thao, Chairwoman Vietjet, dalam keterangannya.
BACA JUGA:
Armada baru yang mencakup A321neo dan 40 pesawat wide-body A330neo bertenaga mesin Trent 7000 ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penerbangan Vietjet di kawasan Asia-Pasifik serta membuka rute ke berbagai benua, termasuk Eropa.
Sebagai maskapai yang melayani rute langsung dari Jakarta dan Bali ke Hanoi serta Ho Chi Minh City, langkah modernisasi armada ini juga memberikan peluang bagi peningkatan konektivitas antara Indonesia dan Vietnam, sekaligus memperluas akses bagi wisatawan dan pelaku bisnis di kawasan.
Di kesempatan yang sama, Christian Scherer, CEO Divisi Pesawat Komersial Airbus, menambahkan, kalau gagasan ini dapat memberikan kemajuan signifikan dalam menyambut era baru penerbangan, terutama di kawasan Asia.
"Kami bangga dapat bermitra dan ini menjadi simbol semangat, vitalitas, dan kemajuan Vietnam yang terus berkembang," ujar Christian.
Sementara itu, Ewen McDonald, Chief Customer Officer Rolls-Royce Civil Aerospace, menuturkan, pihaknya sangat antusias menyaksikan kemajuan pesat Vietjet dan bangga dapat mendukung maskapai ini dalam setiap tahap pertumbuhannya.
"Melalui perjanjian ini, Vietjet memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkuat jaringan penerbangan globalnya dan terus memberikan pengalaman terbang yang menyenangkan bagi jutaan penumpang. Vietjet telah menjadi salah satu mitra strategis Rolls-Royce, dan kami berkomitmen untuk terus mendampingi perkembangan maskapai ini di masa mendatang," pungkasnya.
Kesepakatan ini diumumkan bersamaan dengan kunjungan resmi Sekretaris Jenderal Vietnam To Lam ke Inggris, yang menandai babak baru hubungan bilateral antara kedua negara dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif.