JAKARTA - Pemberdayaan nelayan tradisional dan pelestarian lingkungan pesisir menjadi perhatian utama dalam berbagai kegiatan sosial di wilayah Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi tumpuan hidup mereka.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, PT Pertamina Energy Terminal (PET) melalui Integrated Terminal Tanjung Uban berperan aktif dalam mendukung masyarakat sekitar melalui kegiatan berbasis lingkungan dan pendidikan.
Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Salah satu program yang dijalankan adalah kerja sama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Utara dalam mendukung nelayan Kampung Mentigi. Melalui kemitraan ini, nelayan setempat menerima bantuan alat tangkap ramah lingkungan seperti bubu kepiting dan jaring udang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem laut. Inisiatif ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Selain fokus pada sektor perikanan, dukungan juga diberikan di bidang pendidikan. PET melakukan perbaikan sarana belajar di beberapa sekolah dasar di sekitar Tanjung Uban serta memperkenalkan literasi energi dan konservasi lingkungan kepada pelajar.
BACA JUGA:
Kegiatan ini juga terhubung dengan program KolaboraSEA Energy, sebuah kolaborasi antara komunitas muda, pelajar, dan perusahaan yang berfokus pada konservasi laut, pengelolaan sampah pesisir, serta pengembangan ekonomi sirkular.
Upaya pelestarian lingkungan dilakukan sejalan dengan penerapan standar keselamatan dan pengelolaan limbah di area terminal. Seluruh proses operasional, termasuk pengelolaan limbah B3, diawasi secara rutin agar tetap aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Fungsi HSSE juga menjalankan pemantauan berkala untuk memastikan aktivitas penyimpanan dan pengangkutan material dilakukan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Manager Integrated Terminal Tanjung Uban, Yohannes M. Sianturi, menegaskan pentingnya kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan.
“Kami ingin memastikan keberadaan terminal energi di wilayah ini memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga Bintan,” ujarnya. Ke depan, kolaborasi akan terus diperluas dengan melibatkan komunitas lokal, akademisi, dan mitra industri agar manfaat kegiatan semakin inklusif dan berkelanjutan.