Bagikan:

JAKARTA - Sebuah perusahaan pengelola air di Inggris menemukan cara unik untuk menghasilkan gula dari tisu toilet bekas yang dibuang ke saluran pembuangan.

United Utilities, perusahaan air yang berbasis di Inggris sedang melakukan uji coba teknologi dengan terobosan baru di fasilitas pengolahan limbahnya di Blackburn.

Menurut perusahaan tersebut, gula alami yang dihasilkan dari proses ini bukan untuk konsumsi manusia. Gula ini hanya akan digunakan untuk keperluan industri, seperti bahan pembuatan biofuel (bahan bakar ramah lingkungan), bioplastik, hingga deterjen.

Teknologi ini disebut Cellvation, dan dikembangkan di Belanda. Prosesnya dimulai dengan menyaring dan memadatkan tisu toilet yang terbawa aliran limbah.

Setelah itu, ditambahkan enzim dan bahan kimia tertentu untuk memulai proses penguraian. Campuran ini kemudian dipanaskan selama dua hari agar selulosa dalam tisu terurai menjadi glukosa (gula alami).

Lisa Mansell, kepala insinyur inovasi dan karbon di United Utilities, menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan limbah di Blackburn menerima limbah dari lebih dari 200 ribu orang, sehingga bahan baku tisu toilet tersedia dalam jumlah melimpah.

"Ada banyak potensi penggunaan biopolimer seperti glukosa, mulai dari produksi biofuel hingga bahan pengganti dalam pembuatan bioplastik dan deterjen yang lebih ramah lingkungan," jelasnya, dikutip dari laman BBC.

Selain teknologi Cellvation, perusahaan ini juga sedang menguji metode lain untuk mengekstrak biopolimer dari lumpur sisa hasil pengolahan limbah.

Teknologi tersebut berpotensi memberikan manfaat besar dalam mengurangi emisi karbon, tidak hanya di sektor air, tetapi juga di berbagai industri lainnya di Inggris.