YOGYAKARTA – Hans Bague (HB) Jassin adalah salah satu sastrawan sekaligus sosok yang berjasa dalam kegiatan dokumentasi kesusastraan Indonesia. Pendokumentasian tersebut dilakukan sejak tahun 1940 sebagai koleksi pribadi. Koleksi karya sastra yang ia kumpulkan saat ini tersumpan di Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Salah satu proses yang menarik dari pendokumentasian karya itu adalah bagaimana Jassin menyusun dokumentasi di pusat dokumentasi sastra yang dilakukannya satu per satu.
Bagaimana Jassin Menyusun Dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra
Dalam buku yang berjudul H.B. Jassin Perawat Sastra Indonesia yang ditulis oleh Prih Suharto dikatakan bahwa Jassin menyusun dokumentasi sastra dengan cara memasukkannya di dalam map. Setelah itu map diberi catatan yang memuat tanggal serta tempat pemuatan. Cara itu dilakukan sesuai dengan apa yang dilihat saat magang kerja di Gorontalo.
Selain tanggal dan tempat pemuatan, Jassin juga menerapkan pengkatagorian seperti “karya”, “kritik”, “biografi”, dan kategori lain sesuai kebutuhan. Katagori tersebut ia tuliskan di masing-masing sampul map. Dengan adanya pengkatagorian tersebut pencarian kliping akan lebih mudah.
Terbukti, kemudahan itu diceritakan dalam buku Tifa Penyair dan Daerahnya (1991) pada bab “Dokumentasi Kesusastraan”. Di buku tersebut Jassin menceritakan bahwa pengunjung yang datang ke Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin akan mencari lemari yang berisi buku dan majalah yang telah ditata pada map berderet.
Jassin menggambarkan, jenis pertama dari map yang disusun adalah berisi dokumen yang berhubungan dengan individu pengarang. Misalnya tulisan pengarang di majalah, surat kabar, riwayat hidup, hingga pembicaraan orang terkait buku orang tersebut.
Selain itu ada pula map yang isinya isu-isu tertentu, misalnya tentang Angkatan ‘66, Balai Pustaka, Biografi Pengarang, Gelanggang, Manifes Kebudayaan, dan Simposium Sastra.
Jassin juga mengatakan bahwa dalam sistem dokumentasi yang dilakukan secara manual, keberadaan kartu tulisan dan kartu alamat pengarang/instansi/organisasi pengarang adalah hal penting.
Perawatan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
Seperti diketahui, dokumentasi karya sastra yang dilakukan oleh H.B. Jassin awalnya dimaksudkan sebagai koleksi pribadinya saja. Tidak semua orang bisa mengakses kliping-kliping yang dikumpulkan oleh pengarang tersebut.
Hingga pada akhirnya Ajip Rosidi dan beberapa tokoh lain memprakarsai pembentukan yayasan baru. Dengan dibantu Ali Sadikin yang menjabat sebagai Gubernur DKI kala itu, dibentuklah Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin pada tanggal 28 Juni 1976. Kemudian Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin diresmikan oleh Ali Sadikin pada 30 Mei 1977.
Sejak diresmikan, dokumen yang dikumpulkan oleh H.B. Jassin jadi lebih terawat. Dokumen tersebut dikelola oleh Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin (PDS HB Jassin) sampai saat ini.
Itulah informasi terkait bagaimana Jassin menyusun dokumentasi di pusat dokumentasi sastra. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.