Bagikan:

JAKARTA - Adik Raja Charles III, Pangeran Andrew mengumumkan melepas gelar kebangsawanan Kerajaan Inggris. Ia kini sudah tidak lagi menyandang gelar sebagai Duke of York.

Pengumuman tersebut disampaika Istana Buckingham pada Jumat, 17 Oktober 2025 lalu. Disebutkan bahwa keputusan Pangeran Andrew untuk melepas gelarnya sudah didiskusikan dengan sang kakak dan keluarga kerajaan lainnya.

“Pada pembicaraan dengan Raja dan keluarga dekat serta yang lebih luas, kami memutuskan tuduhan berlanjut mengenai saya membuat pekerjaan Yang Mulia dan keluarga kerajaan teralihkan,” pernyataan Pangeran Andrew, dikutip dari BBC, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

“Dengan kesepakatan dari Yang Mulia, kami merasa saya seharusnya melangkah lebih jauh lagi. Oleh sebab itu, saya tidak akan lagi menggunakan gelar atau kehormatan yang dianugerahkan kepada saya,” tambahnya.

Pangeran Andrew memutuskan untuk melepas gelar bangsawannya karena tuduhan berbagai kejahatan yang diduga dilakukannya tak kunjung usai setelah bertahun-tahun. Tuduhan tersebut belakangan bahkan semakin parah, yang disebut sudah mengganggu keluarga kerajaan dan pemerintahan.

Adapun beberapa skandal yang diduga melibatkan Pangeran Andrew adalah mengenai pelecehan seksual hingga tuduhan mata-mata. Berikut beberapa skandal yang diduga melibatkan Pangeran Andrew.

1. Diduga terlibat dalam kasus predator seksual Jeffrey Epstein

Pangeran Andrew diduga terlibat dalam kasus Jeffrey Epstein, yang dikenal dengan skandalnya sebagai predator seksual. Pangeran Andrew disebut memiliki hubungan yang akrab dengan Epstein hingga diduga terlibat akan kejahatannya.

Epstein disebut memperdagangkan dan memaksa seorang wanita berhubungan seksual dengan teman-temannya pada 2001 silam, yang salah satunya dituding Pangeran Andrew. Kasus ini sangat disorot karena saat itu korban masih di bawah umur.

Namun, sejak kasus ini mencuat, Pangeran Andrew kerap membantah keterlibatannya. Saat pengumuman melepas gelar bangsawannya, ia juga kembali membantah semua tuduhan yang diberikan kepadanya.

“Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya dengan tegas membantah tuduhan terhadap saya,” tegasnya.

2. Dituding melecehkan perempuan bernama Virginia Giuffre

Pada 2022, Pangeran Andrew juga dituding melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan bernama Virginia Giuffre, yang meninggal dunia pada April lalu. Sebelumnya, Pangeran Andrew juga sudah membantah tudingan tersebut.

Namun, kasus ini kembali mencuat setelah memoar Virginia yang bertajuk Nobody’s Girl, diluncurkan pekan lalu. Pangeran Andrew dan timnya juga diduga menyewa ‘troll internet’ untuk mengganggu Virginia hingga perilisan memoarnya.

Sementara itu, pada memoarnya, Virginia menjabarkan ulang tuduhannya terhadap Pangeran Andrew. Mulai dari dipaksa berhubungan seks dengan sang pangeran pada tiga kesempatan, termasuk ketika ia berusia 17 tahun, hingga selama pesta pora setelah diperdagangkan oleh Jeffrey Epstein.

3. Diduga terlibat mata-mata China

Selain dugaan tentang pelecehan seksual, Pangeran Andrew juga mendapatkan tekanan atas dugaan terlibat dalam aktivitas mata-mata. Ia diduga berkaitan dengan seorang mata-mata asal China yang disebut beroperasi di Inggris, yang bernama Yang Tengbo.

Dokumen pengadilan mengungkap sejauh mana hubungan Pangeran Andrew dengan Yang Tengbo, yang disebut menjalin kedekatan erat.

Dalam sidang tribunal pada Desember 2024, yang menegaskan keputusan sebelumnya untuk melarang Tengbo masuk ke Inggris, terungkap bahwa Tengbo diberi wewenang untuk mewakili Pangeran Andrew dalam pertemuan bisnis dengan calon investor asal China di Inggris.

Namun, dalam penyelidikan pemerintah terkait hubungan tersebut, Yang Tengbo membantah melakukan kesalahan apa pun. Pangeran Andrew sendiri membantah bahwa ia terlibat dari berbagai skandal yang dituduhkan pada dirinya.