YOGYAKARTA - Dalam seni tari, baik tradisional maupun modern, terdapat properti tari yang mendukung pertunjukan seni tari. Salah satu contoh properti tari yaitu selendang, yang umumnya digunakan dalam tari tradisional di berbagai daerah.
Pada umumnya, fungsi dari properti tari yaitu untuk mendukung penari dalam pertunjukan. Properti tari juga dapat membantu penari untuk mengekspresikan diri agar lebih kreatif di ruang pentas.
Dikutip dari buku Kreatif Tematik Tema 4: Sehat Itu Penting kelas V, M. Thayeb, dkk (2019:60), properti tari adalah semua peralatan yang digunakan oleh seorang penari pada saat menari. Selendang mempunyai peran ganda, yaitu diserasikan dengan warna dan bagian kostum penari atau sebagai properti tari yang menjadi bagian dari gerak tari itu sendiri. Dalam praktiknya, penari akan melempar selendang, serta memainkan selendang tersebut seolah-olah seperti sebuah sayap, misalnya pada gerakan Tari Merak.
Tarian yang Menggunakan Properti Selendang
Beberapa tarian yang menggunakan properti selendang di Indonesia antara lain Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Serimpi (Jawa), Tari Pendet (Bali), Tari Zapin (Melayu), Tari Piring, dan Tari Bedhaya Ketawang. Selendang difungsikan sebagai penambah keindahan gerakan, properti simbolik, atau sebagai bagian dari busana tari.
Di bawah ini adalah beberapa contoh tarian yang menggunakan selendang:
Tari Jaipong
Tari Jaipong adalah tarian tradisional dari Jawa Barat yang mengombinasikan gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan unsur gerakan pencak silat. Banyak orang menyangka Tari Jaipong berasal dari Bandung. Padahal Jaipong berasal dari Karawang, Jawa Barat. Dalam Tari Jaipong, selendang akan dikalungkan di leher dan dimainkan penari untuk memperindah gerakan.
Tari Serimpi
Pada umumnya, Tari Serimpi dibagi dalam dua jenis, yaitu gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Tari Serimpi gaya Surakarta dibagi lagi menjadi Serimpi Anglir Mendhung dan Serimpi Sangupati. Adapun Tari Serimpi gaya Yogyakarta dikenal dengan Serimpi Dhempel, Serimpi Babul Layar, dan Serimpi Genjung. Dari dua gaya tersebut, Tari Serimpi mengalami perkembangan lagi berdasarkan pencipta dan periodisasi penciptaannya. Dalam tarian ini, selendang menjadi properti penting yang memperkuat penampilan penari.
Tari Zapin
Tari Zapin menjadi salah satu tarian tradisional Melayu cukup populer yang berasal dari Provinsi Riau. Kata Zapin berasal dari bahasa Arab "Zafn" yang berarti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan.
Tari Zapin dimainkan secara berkelompok dan umumnya diiringi dua alat musik utama yaitu gambus dan marwas berupa gendang kecil. Syair-syair yang didendangkan dalam tari Zapin ini juga dimanfaatkan sebagai media dakwah. Selendang digunakan untuk mempercantik gerakan penari, terutama yang wanita.
Tari Piring
Tari Piring adalah tarian tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat, yang terkenal karena penari mengayunkan piring di tangan mengikuti gerakan cepat dan teratur, terkadang menari di atas pecahan piring tanpa terluka. Tarian ini berasal dari Solok dan awalnya menjadi ritual syukur atas panen, yang selanjutnya berkembang menjadi pertunjukan seni yang memukau. Penari juga akan menggunakan selendang sebagai pelengkap penampilan.
Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian khusus yang dianggap sakral sebagai lambang kebesaran raja. Tarian ini termasuk tari tradisional keraton yang sarat makna dan memiliki kaitan yang erat dengan upacara adat, religi, serta percintaan Raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul. Tarian klasik Jawa ini juga memanfaatkan selendang sebagai properti para penarinya.
Demikianlah ulasan mengenai beberapa tarian yang menggunakan properti selendang. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.