Bagikan:

JAKARTA — Penyanyi Ashanty akhirnya buka suara terkait kasus penggelapan uang sebesar Rp1,3 miliar yang dilakukan oleh mantan karyawannya.

Dalam konferensi pers, istri Anang Hermansyah itu membeberkan kronologi lengkap bagaimana uang miliknya raib dari salah satu rekening bisnis yang selama ini dikelola oleh orang kepercayaannya.

Ashanty mengungkap bahwa kasus ini pertama kali terungkap pada Mei 2025, tak lama setelah Lebaran.

“Pada bulan Mei, habis Lebaran tahun ini tepatnya... Itu ada uang di satu rekening tiba-tiba lenyap Rp800 juta. Habis Rp800 juta, dua bulan setelahnya Rp500 juta, gitu,” ungkap Ashanty di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 9 Oktober.

Awalnya, Ashanty mengira suaminya, Anang Hermansyah, terlibat karena terdapat tanda tangan yang mirip dalam dokumen transaksi.

Namun, dugaan itu langsung terpatahkan setelah asistennya, Mas Aris, menemukan bukti kuat yang mengarah pada salah satu karyawan mereka. Momen pengungkapan itu terjadi saat Ashanty sedang menonton konser.

“Baru dua lagu, Mas Aris telepon. ‘Bun, udah ketahuan malingnya. Untung kan Bunda nggak ngomong ke Bapak’,” kenang Ashanty.

Mendengar kabar itu, Ashanty langsung panik dan segera pulang. Ia mengaku gemetar ketika harus berhadapan langsung dengan sang karyawan yang diduga pelaku, namun yang bersangkutan tetap tenang tanpa menunjukkan rasa bersalah.

“Dia cuma diam, tidak menangis, tidak ada setetes air mata pun, tidak ada penyesalan apa pun,” tutur Ashanty.

Namun, setelah kasus ini mencuat ke publik, Ashanty justru menghadapi tuduhan balik dari mantan karyawannya yang mengklaim telah diintimidasi oleh 10 orang saat diinterogasi.

Ashanty membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan memiliki bukti rekaman CCTV yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Beliau bilang diintimidasi oleh 10 orang. Kita sudah kasih juga ke kepolisian CCTV-nya keluar gitu,” tegasnya.

“Yang naik ke lantai dua itu hanya saya, disusul Mas Anang yang masih perban berdarah-darah itu dari apartemen, lalu ada Mas Haris sama Pak Toni," bebernya.

Ashanty menyayangkan narasi yang dibangun mantan karyawannya seolah-olah dirinya melakukan kekerasan. Ia menegaskan, justru berusaha menyelesaikan masalah dengan cara baik dan sempat mengajak pelaku untuk melapor ke kantor polisi.

“Akhirnya, saya bilang, ‘Saya nggak mau di sini main hakim sendiri. Kita ke kantor polisi, ya.’ Waktu itu aku bilang begitu,” tutur Ashanty.

“Saya udah berdiri, Mbaknya nggak mau berdiri,” pungkasnya.