JAKARTA – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, mengatakan pameran seni rupa terbesar di Indonesia 'Art Jakarta 2025' dapat membangun ekosistem seni yang semakin relevan di panggung global.
Hal itu disampaikan Fadli mengingat Art Jakarta 2025 menghadirkan 75 galeri dari 16 negara dan 33 kolektif seniman sehingga bisa menjadi pusat pertemuan seniman, kolektor, kurator, dan pelaku industri kreatif.
“Art Jakarta 2025 menjadi titik temu para pelaku seni dan budaya profesional. Kami ingin membangun ekosistem seni Indonesia agar tumbuh, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Menbud Fadli saat membuka Art Jakarta 2025 pada Jumat, 3 Oktober dalam keterangan tertulis.
Fadli menegaskan Kementerian Kebudayaan mendukung untuk memberi ruang luas bagi seniman Indonesia tampil di forum internasional, termasuk rencana partisipasi di Venice Biennale tahun depan.
Tahun ini, Art Jakarta juga menghadirkan program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Market dengan tema Rising Current kurasi Agung Hujatnika. Program ini membuka peluang seniman muda Tanah Air terkoneksi langsung dengan industri seni dunia.
Fadli menekankan pentingnya cultural and creative industry (CCI) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan. “CCI akan menjadi engine for growth. Seni rupa bukan hanya ekspresi budaya, tetapi juga instrumen diplomasi dan daya saing bangsa,” katanya.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menambahkan bahwa Art Jakarta kini menjadi barometer seni rupa kontemporer Asia Tenggara. “Seni rupa mampu memperkuat identitas bangsa dan membuka jejaring kolaborasi internasional,” ujarnya.
BACA JUGA:
Fair Director Art Jakarta 2025, Tom Tandio, menyebut pameran edisi ke-15 ini lahir dari komitmen kolektif banyak pihak. “Ini bukan hanya ruang apresiasi, tapi wadah memperkaya ekosistem seni Indonesia,” katanya.
Pembukaan Art Jakarta dimeriahkan Padjadjaran University Choir dan ditandai penandatanganan kanvas simbolis oleh Menteri Fadli bersama para tamu kehormatan. Hadir pula pejabat negara, pelaku industri, hingga tokoh budaya.
Fadli menutup dengan penegasan bahwa Art Jakarta 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting memperlihatkan kepada dunia bagaimana ekosistem seni Indonesia tumbuh, hidup, dan siap bersaing di panggung global.