Bagikan:

YOGYAKARTA - Warga Solo tentu tak asing dengan Tugu Kartasura. Monumen ini berdiri sebagai simbol sejarah yang erat kaitannya dengan Kota Surakarta. Meski hanya berupa bangunan tugu, kehadirannya memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat.

Tugu Kartasura sering disamakan dengan Tugu Jogja yang menjadi ciri khas Yogyakarta. Kartasura sendiri merupakan kecamatan kecil di Kabupaten Sukoharjo. Letaknya yang strategis membuat kawasan ini menjadi simpul penting antara Solo, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Lebih dari sekedar monumen, Tugu Kartasura menyimpan sejarah panjang kerajaaan Mataram. Wilayah ini pernah menjadi pusat kekuasaan pada abab ke-17, sehingga menjadi saksi banyak peristiwa penting dalam sejarah Nusantara.

Sejarah dan Makna Tugu Kartasura

Tugu Kartasura memiliki kaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Mataram. Monumen ini dipersembahkan untuk mengenang Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwono I. Dia berperan penting dalam Perjanjian Giyanti tahun 1755, yang membagi Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta.

Keberadaan tugu ini menjadi simbol perjuangan dan kebesaran kerajaan di masa lalu. Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, Tugu Kartasura adalah pengingat akan nilai sejarah yang tak boleh dilupakan. Tidak heran jika tempat ini dijadikan rujukan wisata sejarah yang edukatif.

Selain sejarahnya, desain Tugu Kartasura juga menarik untuk diperhatikan. Arsitekturnya kental dengan nuansa Jawa, lengkap dengan pilar dan relief yang mencerminkan kebesaran budaya. Hal ini menambah nilai artistik sekaligus daya tarik wisata.

Di puncak tugu terdapat lambang burung garuda. Sementara di sekelilingnya terdapat empat patung pahlawan yang masing-masing menghadap ke empat penjuru mata angin. Setiap patung digambarkan dengan pose berbeda, ada yang menunjuk, ada pula yang siaga dengan senjata. Kehadiran patung-patung ini melambangkan semangat perjuangan rakyat.

Dasar tugu dilengkapi dengan taman kecil berbentuk lingkaran. Taman ini ditumbuhi rumput hijau yang indah, meski kadang menguning di musim kemarau. Namun saat musim hujan, tampilannya kembali segar sehingga mempercantik pemandangan monumen.

Tugu Kartasura sebagai Ikon dan Wisata

Tugu Kartasura berada di perempatan jalan utama membuatnya terlihat jelas dari berbagai arah. Tidak heran jika tugu ini kerap dijadikan titik temu maupun penanda lokasi.

Wisatawan yang datang bisa merasakan nuansa sejarah di sekitar tugu. Selain itu, area ini sering digunakan sebagai pusat kegiatan budaya dan pendidikan.Bagi pecinta fotografi, Tugu Kartasura juga menjadi objek yang sangat menarik untuk diabadikan.

Berkunjung ke Kartasura terasa kurang lengkap tanpa berfoto di depan tugu ini. Monumen tersebut sudah menjadi landmark Kota Solo. Namun, pengunjung tetap perlu berhati-hati karena tugu berada di persimpangan jalan yang ramai.

Pada malam hari, suasana di sekitar Tugu Kartasura semakin hidup. Kerlap-kerlip lampu kota menciptakan nuansa syahdu, ditemani musik jalanan yang samar terdengar. Momen ini sering dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto dengan latar cahaya malam yang indah.

Bagi pecinta kuliner, kawasan ini juga menjadi surga jajanan khas Solo. Terdapat kios-kios yang menjual makanan ringan, minuman kekinian, hingga kuliner tradisional. Saat malam tiba, kios-kios berganti menjual makanan berat khas Solo yang menggugah selera.

Menikmati suasana malam di Tugu Kartasura sambil berburu kuliner tentu menjadi pengalaman berkesan. Dari jajanan manis, gurih, hingga pedas semua tersedia lengkap. Hal ini menjadikan Tugu Kartasura bukan hanya destinasi sejarah, tetapi juga wisata budaya dan kuliner.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+