Bagikan:

JAKARTA - Bagi aktris Imelda Therinne, terlibat dalam proyek film Jembatan Shiratal Mustaqim bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan yang menguras stamina fisik sekaligus menyentuh sisi spiritualnya.

Ia membagikan pengalamannya yang luar biasa, mulai dari tantangan teknis di lapangan hingga perenungan mendalam tentang kehidupan, keluarga, dan pertanggungjawaban.

Sejak awal, sutradara telah memperingatkan bahwa proses syuting film ini akan menuntut ketahanan fisik yang kuat. Peringatan itu terbukti benar di lokasi syuting yang medannya tidak mudah.

"Pengalamannya luar biasa ya, karena challenging-nya, challenge-nya itu di medan sih. Banyak teknis. Jadi membutuhkan, apa ya, stamina yang kuat ya, fisik," ungkap Imelda Therinne di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober.

Ia melanjutkan, "Eh dari awal Mas Bondi udah bilang, 'Ini filmnya bakal pontang-panting, Mel, bakal blusukan dan ya, semua alhamdulillah berjalan lancar karena aku juga suka blusukan, suka adventure'."

Selain medan yang menantang, jadwal syuting yang terbalik juga menjadi ujian tersendiri. "Cuman memang kalau dari segi syuting, kita kebalik jamnya. Jadi cukup challenging ngejar malam," tambahnya.

Di luar tantangan fisik, judul film ini sendiri sudah memberikan "sentilan" spiritual bagi Imelda sejak pertama kali ditawarkan.

Konsep Jembatan Shiratal Mustaqim yang begitu dikenal dalam keyakinan Islam, memantik rasa penasaran sekaligus sedikit ketakutan dalam dirinya. Perasaan ini membawanya ke sebuah titik refleksi.

"Spiritual sih, eh pertama kali aku disodorin judulnya aja aku udah cukup kayak, langsung kesentil gitu. Hah? Kayak apa ya, gitu," kenangnya.

"Gimana challenge-nya mungkin gimana eh kita berada di, di, sampai di titik jembatan itu, eh antara penasaran tapi takut juga," sambung Imelda Therinne.

Namun, rasa penasaran itu dikalahkan oleh kekuatan cerita yang ditawarkan. Bagi Imelda, kekuatan narasi adalah alasan utama untuk terlibat dalam sebuah proyek film.

"Cuman ya karena ceritanya sendiri, aku selalu melihat sebuah film itu dari sebuah cerita yang kuat dan menurut aku ini pantas diperjuangkan gitu," tegasnya.

Selain Imelda Therinne, film ini juga dibintangi oleh Agus Kuncoro, film ini juga dibintangi oleh Raihan Khan, Mike Lucock, Rory Ashari, dan Eduward Manalu. Rencananya film ini akan mulai tayang pada 9 Oktober mendatang.