Bagikan:

JAKARTA - Sutradara Park Chan Wook menghadirkan film terbarunya, No Other Choice. Film ini menjadi salah satu judul yang banyak diperbincangkan dan dinantikan sejak mendapat respons yang baik di berbagai festival film.

Hingga saat ini, film No Other Choice produksi CJ ENM memperoleh 1,2 juta penonton di Korea Selatan. Kini, penonton Indonesia juga bisa menyaksikan film ini.

No Other Choice mengisahkan Man Su (Lee Byung Hun) yang merasa hidupnya sempurna: istri dan dua anak beserta peliharaannya, rumah megah yang diimpikan, hingga jabatan mentereng di kantornya.

Dunia itu berubah setelah Man Su mengalami efisiensi sehingga dia dikeluarkan dari kantornya. Man Su tidak menyerah dengan melamar ke perusahaan kertas, bidang pekerjaan yang ia cintai. Hasilnya nihil dan Man Su mulai menganggur lebih lama.

Ketika mendaftar ke sebuah perusahaan, Man Su menyadari persaingan untuk bekerja di industri kertas bisa diakali lantaran tidak banyaknya karyawan yang bertahan di sana. Man Su mulai merancang rencana agar dipilih rekruter.

Di sisi lain, istri Man Su - Mi Ri (Son Ye Jin) mulai memotong pengeluaran rumah tangga sampai Man Su mendapat pekerjaan baru. Mi Ri juga dihadapkan dengan berbagai realita sosialita yang membuat ia harus bertahan.

No Other Choice dirancang dengan manis, stylish tapi tetap membumi dengan premis yang menyorot kehidupan keluarga di situasi ekonomi, sesuatu yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia. Alih-alih membawanya secara mistis, film ini berupaya menyelipkan sisi komedi untuk mengurangi ketegangan.

Tidak ada hitam putih dalam karakter No Other Choice dan hal itu makin menambah misteri tentang siapa yang diuntungkan dan dirugikan, sebuah permainan dalam hidup.

Terlebih dari ceritanya, Park Chan Wook membuat sebuah transisi yang sangat modis sebagai perpindahan adegan demi adegan. Alhasil permasalahan satu ke permasalahan berikutnya dituturkan dengan mengalir tanpa meninggalkan plot hole.

Lee Byung Hun sebagai pemeran utama, menampilkan sisi komediknya dalam berbagai ekspresi. Penonton bisa merasakan kemarahan yang terpendam berpadu dengan ambisi untuk meneruskan petualangannya.

Seperti layaknya komedi satir, No Other Choice menawarkan sisi jenaka yang membangkitkan rasa miris terhadap realita yang dialami Man Su (dan mungkin penonton). Momen-momen Man Su merencana eksekusi terhadap targetnya yang hadir dengan lucu tapi juga ironis.

Judul No Other Choice juga dirasa sesuai dengan situasi Man Su, memang tidak ada pilihan pasti untuk menjawab kegundahan dalam karier terutama untuk mempertahankan keluarga dan harga diri.

Film No Other Choice menjadi refleksi bagaimana manusia memanusiakan manusia lain di tengah dunia yang bersandar dengan teknologi yang tak punya hati.

Ada pun film No Other Choice tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 1 Oktober.