JAKARTA - Acara seni dan budaya selalu menjadi magnet yang memperkaya wajah kota besar, termasuk Jakarta. Dari pertunjukan musik, tarian, hingga pameran kreatif, kegiatan semacam ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan warga untuk merayakan identitas kota.
Momentum semacam ini semakin penting menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, di mana seni dan budaya diharapkan bisa menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Dalam rangka menyambut momen bersejarah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghadirkan rangkaian kegiatan seni dan budaya bertajuk “Jakarta Penuh Warna” yang digelar rutin saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
"Oktober kami sudah siapkan. November kami siapkan. Desember kami siapkan. Karena, ini menjelang 500 tahun," kata Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno di Jakarta, seperti dikutip ANTARA.
Pada 2027, Jakarta genap berusia lima abad. "Kita rayakan dengan budaya yang dipadukan berbagai hal lainnya," ujarnya.
Rano memperkirakan, puncak perayaan akan menyedot hingga satu juta pengunjung. Sementara itu, acara bulan September ini digelar dengan tema “Jaga Jakarta Penuh Warna” sebagai ajakan menjaga kota sebagai rumah bersama yang harus dirawat.
BACA JUGA:
Kegiatan kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional. Perpaduan antara seni dan olahraga ditampilkan melalui berbagai pertunjukan yang tak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga hiburan. "Di sini kami menunjukkan olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi dapat menjadi media ekspresi seni untuk menghibur masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Rano menyinggung bagaimana semangat kolaborasi masyarakat kian terasa pascainsiden unjuk rasa anarkis beberapa waktu lalu. Warga dari berbagai latar belakang terlibat aktif dalam menjaga dan memperbaiki fasilitas umum kota.
"Kita yang mengecat halte-halte. Anak-anak SMA/SMK, semuanya kita ajak. Kalau kata Pak Gubernur bilang 'ini membuktikan orang Jakarta itu kuat'. Masyarakatnya peduli bersama," katanya.
Acara “Jaga Jakarta Penuh Warna” tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan 5.000 peserta zumba dari enam wilayah administrasi Jakarta yang dibimbing oleh KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia). Selain itu, ada pula pertunjukan flash mob dari 500 peserta sanggar binaan Dinas Kebudayaan DKI, serta penampilan musik dari Panti Sosial Bina Netra dan Rungu Wicara Cahaya Batin bersama Panti Sosial Bina Daksa Budi Bakti 1 binaan Dinas Sosial DKI Jakarta.