Bagikan:

YOGYAKARTA – Kalimat retoris adalah salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam pidato, tulisan, maupun percapakan sehari-hari. Sebagian di antara kita mungkin sudah banyak yang mendengarnya namun belum memahami apa sebenarnya kalimat ini.

Kalimat retoris sering dipakai untuk menggugah emosi, memancing perhatian, atau membuat lawan bicara berpikir lebih dalam. Dengan kata lain, bentuk kalimat ini bukan semata-mata untuk mendapatkan jawaban, melainkan lebih pada memberikan penekanan atau efek tertentu pada pesan yang disampaikan.

Untuk lebih jelasnya, mari simak pengertian, ciri, fungsi, dan contoh kalimat retoris dalam ulasan di bawah ini.

Kalimat Retoris Adalah

Menurut Ahmad Iskak dan Yustinah dalam buku Bahasa Indonesia Kelas X, yang dimaksud dengan kalimat retoris adalah kalimat yang pernyataan dan pertanyaannya tidak memerlukan jawaban. Kalimat retoris sering digunakan penulis untuk memperindah gubahannya.

Selain itu, kalimat retoris juga dapat diartikan sebagai kalimat pertanyan yang diajukan oleh seseorang tanpa mengharapkan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Tujuan utama kalimat retoris adalah untuk menegaskan suatu pernyataan atau memengaruhi perasaan pendengar maupun pembaca. Dalam praktiknya, kalimat retoris sering ditemukan dalam pidato politik, khutbah, iklan, hingga karya sastra.

Ciri Kalimat Retoris

Menukil jurnal ilmiah bertajuk Kalimat Tanya Dalam Persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh karya Rahmad Nuthihar, kalimat retoris dapat dikenali lewat ciri-ciri berikut:

  • Bentuk kalimat dapat berupa penegasan dan pertanyaan
  • Kalimat terkadang menggunakan kata tanya di dalamnya.
  • Kalimat tidak memerlukan jawaban.
  • Individu yang bertanya dan yang ditanya sama-sama mengetahui jawabannya.

Fungsi Kalimat Retoris

Berikut beberapa fungsi kalimat retoris yang perlu Anda ketahui:

  1. Refleksi Diri

Beberapa kalimat retoris dirancang untuk memprovokasi pemikiran mendalam tentang diri sendiri tanpa mengharapkan jawaban langsung.

  1. Memberi Nasihat

Funsgi kalimat retoris yang berikutnya adalah memberikan nasihat, Kalimat retoris bisa digunakan untuk memberikan nasihat yang menyentuh sehingga bisa dijadkan bahan referensi atau alasan seseorang melakukan sesuatu.

  1. Fungsi Pendukung

Kalimat retoris dapat mendukung berbagai macam informasi, baik yang disampaikan secara verbal atau nonverbal, memberikan nasehat atau ajakan persuasif, memperindah gaya bahasa

Contoh Kalimat Retoris

Untuk memperjalas, perhatikan contoh kalimat retois berikut ini:

  • “Apakah kita rela melihat lingkungan terus rusak?”
  • “Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?”
  • “Bukankah menolong sesama adalah kewajiban kita semua?
  • “Sampai kapan kita akan diam melihat ketidakadilan ini?”
  • “Benarkah kamu tidak pernah berbuat dosa?”
  • “Kami bisa membeli nyawa”
  • “Apakah gunanya bertengkar, lebih baik kita berdamai bukan??

Demikian ulasan tentang kalimat retoris. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat adalah kalimat pertanyan yang diajukan oleh seseorang tanpa mengharapkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan pembaca. Dapatkan update berita piiihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+