JAKARTA - Di balik sengketa tanah yang kini diperjuangkannya, Ashanty ternyata menyimpan kenangan masa kecil yang mendalam di lokasi tersebut.
Tanah warisan itu bukan hanya sekadar aset, tetapi juga menjadi saksi bisu momen-momen langka kebersamaannya dengan mendiang sang ayah.
"Oh ada banget (kenangan)," ungkap Ashanty di kawasan Cinangka, Kamis, 18 September.
"Jadi waktu kecil karena kalau ketemu papahku susah, jadi kalau misal papah mau ketemu kita suka diajak mancing di sini. Nanti hasilnya ada saung di situ diminta bakarin," lanjut Ashanty.
Tanah tersebut menjadi tempat istimewa bagi Ashanty kecil untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan ayahnya. Kenangan inilah yang membuatnya semakin gigih untuk mempertahankan haknya.
Awalnya, keluarga memiliki rencana besar untuk tanah tersebut, termasuk membangun yayasan dan rumah-rumah kecil untuk anak-anak.
"Awalnya kita disini mau bikin yayasan karena kita pengin bikin yayasan dan diatas sama mama pengin bikin buat anaknya rumah-rumah kecil gitu," ceritanya.
Mengingat hal ini, Ashanty mengirimkan pesan menohok kepada pihak developer yang kini menguasai tanah warisan ayahnya.
Ia memperingatkan bahwa segala sesuatu yang dibangun di atas hak orang lain tidak akan pernah membawa ketenangan.
"Yang namanya hak, ini ada hak orang lain di sini, percaya sama aku apapun yang kamu lakukan itu pasti panas yang namanya warisan orang," ujar Ashanty dengan tegas.
Pesan ini ia sampaikan setelah merasa itikad baiknya untuk berkomunikasi diabaikan. Menurutnya, pihak developer awalnya sempat menunjukkan niat baik untuk berdiskusi, namun kemudian menghilang dan malah mempercepat proses pembangunan.
"Ini dia sudah tahu bahwa ada dua kepemilikan, dia bahkan datang ke rumah saya, dia bahkan nego-nego mas Aris, terus tiba-tiba membangun. Artinya memang orang ini tidak sesuai yang aku pikirkan," ungkapnya.
Dengan keyakinan penuh, Ashanty percaya bahwa kebenaran akan menemukan jalannya, dan ia tidak akan berhenti berjuang melalui cara yang benar.
BACA JUGA:
"Aku percaya namanya kebenaran pasti akan menemukan jalan," tutupnya.