JAKARTA - Di tengah kebahagiaan acara gender reveal Billy Syahputra dan Vika, absennya keluarga Vika dari Belarus menjadi pertanyaan.
Billy pun menjelaskan alasan kuat mengapa mertuanya tidak dapat terbang ke Indonesia untuk menghadiri momen penting tersebut, termasuk saat pernikahan mereka.
Menurut Billy, kendala utamanya ada pada ibunda Vika yang memiliki ketakutan untuk terbang dan terikat dengan pekerjaan penting di negaranya.
"Problemnya adalah mamanya. Kalau mamanya itu takut banget naik pesawat dan juga banyak yang harus ditinggalin," kata Billy Syahputra di kawasan Jakarta, Minggu, 14 September.
"Karena mamanya Vika itu, bisa dibilang, guru atau orang keuangan di sekolah, gitu, loh. Pokoknya, pekerjaan dari negaranya, gitu, nggak bisa ditinggalkan," jelas Billy Syahputra.
Meski tidak dapat hadir secara fisik, keluarga Vika tetap dilibatkan melalui panggilan video (Zoom). "Mau nggak mau harus zoom, karena, kan, harus melibatkan kedua belah pihak, gitu," tambahnya.
Sebagai gantinya, Billy berjanji akan segera membawa anak dan istrinya ke Belarus setelah persalinan untuk memenuhi permintaan sang nenek.
"Dia juga wanti-wanti kalau misalkan memang anaknya sudah keluar, langsung buru-buru cepet ke Belarus, karena, ya, terutama neneknya Vika. Jadi, nenek Vika pernah bilang, 'Kalau kalian berdua datang ke sini, harus bawa cucu, ya', gitu," tutup Billy.
Saat disinggung soal status kewarganegaraan sang istri, Billy Syahputra mengaku belum bisa memastikan apakah Vika akan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) atau tidak.
BACA JUGA:
Billy menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada Vika tanpa ada paksaan sedikit pun.
"Aku nggak bisa ngomong, ya. Nggak tahu, ya. Kalau dia mau jadi WNI atau nggaknya, aku nggak paham," ujar Billy.
"Kalau untuk WNI, nggak tahu, ya. Nanti harus diomongin pelan-pelan. Tapi, kan, balik lagi, kalau aku kan enggak pernah memaksa, gitu, loh. Kalau misalkan dia mau, ya, jalanin. Kalau enggak, ya, sudah, mau gimana," sambungnya.
Meski begitu, Billy menyadari adanya konsekuensi administratif bila Vika tetap menjadi warga negara asing sambil tinggal di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa proses perizinan akan terus diperlukan agar Vika bisa menetap dan bekerja secara legal.
"Kita tetap, kalau dia stay di sini dan jadi istrinya aku, kan, mau nggak mau harus izin terus. Apalagi, kan, dia harus kerja, ya, izin kerja, harus izin tinggal, izin kita keluarga, dan lain-lain. Itu aja sih," pungkasnya.