JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membuka Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXIV di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Minggu, 14 September. Mengusung tema “Suluh Budaya Gerbang Nusantara”, pertemuan tahunan ini jadi ajang penting memperkuat peran Taman Budaya sebagai penggerak pemajuan kebudayaan.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli menegaskan Taman Budaya harus menjadi ekosistem hidup dan dinamis yang dekat dengan masyarakat. “Taman Budaya adalah pusat kegiatan seni dan budaya untuk pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan apresiasi berbagai ekspresi budaya, baik tradisional maupun modern,” ujarnya.
Ia mendorong lahirnya kolaborasi antar daerah agar Taman Budaya bukan sekadar wadah seni, tapi kantong budaya yang memberi kontribusi bagi peradaban dunia. “Sesuai Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, Taman Budaya layak difungsikan sebagai pusat pemajuan kebudayaan Indonesia,” tegasnya.
Menbud Fadli juga mengajak masyarakat memperkuat ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan di tengah arus digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan global. “Kita harus adaptif tanpa kehilangan nilai luhur budaya bangsa,” kata Fadli.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menambahkan, Taman Budaya membuktikan seni budaya menjadi pemersatu keragaman. “Kekuatan seni budaya harus terus lestari dan berkembang tanpa kehilangan akar tradisi. Budaya adalah kekuatan bangsa di masa depan,” ucapnya.
Rangkaian acara dimeriahkan pameran seni rupa “Langkar”, berarti cantik dalam Bahasa Banjar. Sebanyak 95 perupa dari Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah menampilkan karya terbaik mereka.
BACA JUGA:
Menbud Fadli berharap kolaborasi pemerintah dan swasta melalui matching fund untuk memajukan museum, cagar budaya, dan taman budaya di setiap daerah. “Inilah garda terdepan kebudayaan Indonesia,” tandasnya.