Bagikan:

JAKARTA - Sempat menerima kartu kuning pada 2023 lalu, kini Geopark Kaldera Toba berhasil naik status dengan memperoleh kartu hijau (green card) dari UNESCO. Pencapaian ini menandakan pengelolaan kawasan tersebut telah sesuai standar tertinggi dalam jaringan UNESCO Global Geopark.

"Status ini ditetapkan pada sidang komite eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, La Araucania, Chile, Sabtu (6/9)," ucap General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Kholis di Medan, Ahad.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak. "Pihaknya mengucapkan syukur dan terima kasih atas pencapaian tersebut karena kartu hijau terhadap Geopark Kaldera Toba merupakan kerja keras semua pihak."

Dorongan kuat datang dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, terutama untuk melibatkan tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.

Sidang Global Geopark Network (GGN) sekaligus Konferensi Internasional GGN berlangsung pada 5–12 September 2025 di Kutralkura, salah satu UNESCO Global Geopark di Chile.

"Kami berharap capaian ini menjadi batu loncatan untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal," jelas Azizul.

Selain gubernur, Azizul juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah pusat, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut, serta tujuh pemerintah kabupaten kawasan Danau Toba yang berkomitmen menjalankan rekomendasi UNESCO.

Sebagai perbandingan, dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4–5 September 2023 lalu, Kaldera Toba sempat memperoleh kartu kuning. Saat itu, UNESCO menilai ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi, sehingga memberi waktu dua tahun untuk perbaikan sebelum revalidasi.

"Selama konferensi internasional Global Geopark Network tersebut, para delegasi resmi berbagai negara berkumpul," tutur Azizul.

Tidak hanya Kaldera Toba, Indonesia juga berhasil mempertahankan dua taman bumi lainnya dalam jejaring global, yaitu Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu di Jawa Barat dan Geopark Rinjani Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Kartu hijau sendiri menjadi penilaian tertinggi dalam sistem evaluasi Global Geopark Network. Status ini membuat Kaldera Toba tetap menyandang predikat UNESCO Global Geopark untuk empat tahun ke depan, sebelum ditinjau ulang.

"Keputusan tiga geopark di Indonesia itu dibacakan oleh Setsuya Nakada ditunjuk sebagai pimpinan sidang," ungkap Azizul.