Bagikan:

JAKARTA - Mata juling atau dalam istilah medis disebut strabismus, adalah kondisi ketika kedua bola mata tidak bergerak ke arah yang sama.

Akibatnya, pandangan seseorang bisa terganggu, hingga berisiko menimbulkan masalah lain seperti mata malas (amblyopia). Jika tidak ditangani, kondisi ini tentu dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Penyebab Mata Juling

Dilansir dari laman Rumah Sakit EMC, mata juling terjadi karena otot-otot yang menggerakkan bola mata tidak bekerja seimbang. Ketidakseimbangan ini bisa disebabkan oleh masalah pada otot mata, saraf, hingga otak yang mengontrol gerakan mata.

Pada anak-anak, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko mata juling antara lain:

- Riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

- Gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.

- Kondisi medis tertentu seperti down syndrome atau cerebral palsy.

- Bayi yang lahir prematur.

- Infeksi tertentu yang memengaruhi kesehatan mata.

Sedangkan pada orang dewasa, penyebab mata juling bisa berbeda. Beberapa kondisi yang sering menjadi pemicu antara lain:

- Penyakit autoimun seperti graves.

- Stroke atau tumor otak.

- Diabetes yang memengaruhi saraf mata.

- Cedera pada kepala atau mata.

- Mata malas yang tidak segera ditangani.

Gejala Mata Juling

Orang yang mengalami strabismus umumnya menunjukkan tanda-tanda berikut:

- Penglihatan ganda.

- Posisi mata terlihat tidak sejajar.

- Kebiasaan memiringkan kepala untuk melihat lebih jelas.

- Mengandalkan satu mata saja ketika fokus pada objek.

- Sering menyipitkan atau berkedip berlebihan.

- Cepat lelah saat membaca.

- Merasakan ketegangan pada mata hingga sakit kepala.

Jenis-Jenis Mata Juling

Mata juling memiliki beberapa jenis, tergantung arah pergerakan bola mata, yaitu:

- Esotropia : Bola mata berputar ke dalam, mengarah ke hidung. Umumnya muncul pada bayi dan anak-anak.

- Eksotropia : Bola mata bergerak ke luar atau mengarah ke telinga. Bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa.

- Hipertropia : Salah satu mata posisinya lebih tinggi dibanding mata lainnya.

- Hipotropia : Salah satu mata mengarah ke bawah, bisa muncul terus-menerus atau sesekali.

Cara Mengobati Mata Juling

Penanganan mata juling berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya. Beberapa cara yang biasa dilakukan dokter antara lain:

- Terapi oklusi (menutup mata sehat)

Tujuannya melatih mata yang lemah agar bekerja lebih baik. Biasanya dilakukan pada penderita esotropia atau eksotropia ringan.

- Menggunakan kacamata

 Kacamata dapat membantu mata lebih fokus dan bekerja lebih seimbang.

- Suntik botox

Botox bisa disuntikkan ke otot mata untuk membantu meluruskan posisi bola mata. Efeknya bisa sementara atau permanen, tergantung kondisi pasien.

- Operasi

 Jika cara lain tidak berhasil, operasi dapat menjadi pilihan. Prosedur ini bertujuan memperbaiki otot mata agar kembali bergerak normal.