Bagikan:

YOGYAKARTA - Menyusui perlu lebih sering dilakukan pada masa-masa awal kelahiran bayi untuk menjaga kebutuhan gizinya terpenuhi. Bayi yang baru lahir memang membutuhkan banyak asupan makanan, namun mengingat kapasitas lambungnya masih sangat kecil sehingga tidak bisa menampung banyak susu sekaligus.

Oleh karena itu, bayi harus diberi makan dalam interval waktu yang lebih pendek agar tetap mendapat gizi yang cukup untuk tumbuh, biasanya setiap 2 hingga 3 jam sekali. Bagi orangtua baru, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah sampai kapan bayi perlu disusui setiap 2 jam sekali?

Pertanyaan ini wajar karena kebutuhan menyusu bayi akan berubah seiring bertambahnya usia. Pada awalnya mereka mungkin butuh minum setiap dua jam sekali, tapi seiring perkembangan tubuh, jarak waktu menyusui akan semakin panjang. Dilansir dari Parents, berikut penjelasannya.

Pemberian ASI ke Bayi Setiap 2 Jam Sekali

Bayi yang baru lahir biasanya menyusu setiap 2 hingga 3 jam sekali, atau sekitar 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Setiap kali menyusu, bayi mengonsumsi sekitar 30-50 ml ASI. Karena lambungnya masih sangat kecil, wajar jika mereka cepat merasa lapar kembali setelah selesai menyusu.

Dalam beberapa hari pertama, orangtua juga dianjurkan untuk membangunkan bayi jika mereka tidur terlalu lama, misalnya lebih dari 4 sampai 5 jam, agar tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini penting terutama pada minggu awal kehidupan bayi untuk mencegah penurunan berat badan berlebih.

Adapun durasi menyusui bayi setiap 2 jam sekali biasanya membutuhkan waktu hingga 20 menit. Namun ini pun berbeda pada setiap bayi, sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Memasuki usia 1 bulan, pola menyusu setiap 2 jam sekali mulai berkurang. Mereka biasanya menyusu sekitar 8-10 kali sehari, dengan jumlah 90-120 ml per kali minum. Pada usia 2 bulan, kebutuhan meningkat menjadi 110-130 ml setiap 3-4 jam sekali.

Di usia 3 bulan, bayi mungkin bisa minum lebih banyak sekaligus, sehingga frekuensi menyusui bisa berkurang menjadi setiap 3-4 jam. Dengan begitu, orang tua tidak perlu lagi terlalu sering terbangun di malam hari seperti pada minggu-minggu awal.

Ketika bayi mencapai usia 4 bulan, kebutuhan susunya bisa mencapai 120-175 ml sekali minum, dengan jeda sekitar 4 jam. Frekuensi menyusui biasanya turun menjadi 6-8 kali sehari. Pada tahap ini, orangtua mungkin mulai melihat bayi tidur lebih lama di malam hari, sehingga menyusui setiap 2 jam sekali sudah tidak diperlukan lagi.

Saat mendekati usia 6 bulan, sebagian besar bayi sudah siap diperkenalkan dengan makanan padat atau MPASI (Makanan Pendamping ASI). Namun, meski sudah mulai makan, ASI tetap menjadi sumber gizi utama hingga usia 12 bulan. Bayi usia 6 bulan biasanya mengonsumsi sekitar 180-235 ml ASI setiap 4 sampai 5 jam sekali, selain porsi kecil makanan MPASI.

Namun pada dasarnya, dokter anak menyarankan agar bayi disusui sesuai permintaan yaitu kapan pun bayi menunjukkan tanda lapar. Tanda lapar bisa berupa menangis, mengisap jari, ataupun bayi tampak gelisah.

Dengan cara ini, bayi mendapatkan asupan yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan hanya terpaku hanya pada angka atau jam. Setiap bayi berbeda, ada yang butuh lebih sering, ada pula berjarak sedikit lebih lama.

Dengan memahami kebutuhan bayi di setiap tahap usia, orangtua dapat memberikan asupan gizi yang tepat sekaligus merasa lebih tenang menghadapi pola menyusui yang sering berubah. Menyusui memang melelahkan di awal, tetapi seiring waktu, ritmenya akan menjadi lebih teratur dan nyaman bagi ibu maupun bayi.