JAKARTA - Perseteruan antara warga dan pengurus Apartemen Hampton's Park tempat musisi Didi Riyadi tinggal telah mencapai puncaknya dalam sebuah bentrokan fisik yang mencekam.
Didi Riyadi menceritakan bagaimana eskalasi konflik yang dipicu oleh ketidakpercayaan warga berujung pada insiden di mana pihak keamanan diduga dijadikan "alat" oleh pengurus untuk berhadapan dengan warga.
Menurut Didi, bentrokan ini merupakan akumulasi dari ketidakpuasan warga terhadap kinerja pengurus, terutama setelah munculnya dugaan penyelewengan dana.
"Bentrok yang terjadi adalah terhitung sejak warga mulai tidak percaya dengan struktur kepengurusan," kata Didi Riyadi di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 18 Agustus.
Puncak kerusuhan terjadi belum lama ini, di mana situasi menjadi begitu panas hingga aparat kepolisian harus datang ke lokasi untuk menengahi. Didi menyayangkan terjadinya insiden tersebut.
"Akhirnya terjadi bentrok yang mana pengurus mengerahkan keamanan menjadi alat untuk akhirnya bertabrakan dengan warga, gitu. Itu sampai polisi itu datang ke lokasi," kenangnya.
Meskipun polisi berhasil mengamankan situasi, Didi mengaku insiden tersebut menyisakan pertanyaan besar baginya.
"Tapi tentunya masih menyisakan pertanyaan besar buat saya gitu lho," pungkasnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Didi membeberkan adanya dugaan kuat penyelewengan dana warga yang dilakukan oleh oknum pengurus.
Kecurigaan ini diperkuat dengan temuan sejumlah transaksi janggal, termasuk penggunaan sistem 'tarik setor' di era digital.
Didi menyatakan bahwa warga sudah tidak lagi mempercayai struktur kepengurusan saat ini karena adanya dugaan kesewenang-wenangan dan ketidakbecusan dalam mengelola keuangan.
"Penyelewengan dana warga dan tentunya ada dugaan juga bahwa struktur pengurus melakukan kesewenang-wenangan dalam penggunaan jabatannya," ujar Didi Riyadi di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 18 Agustus.
Untuk membuktikan dugaan tersebut, warga bahkan sampai menyegel kantor manajemen untuk mengamankan dokumen-dokumen keuangan.
"Warga sepakat untuk menyegel kantor manajemen, kantor BM, Building Management, yang kami duga di dalamnya terdapat dokumen-dokumen lengkap di mana kita bisa menemukan dan mendapatkan bukti-bukti," jelasnya.