Bagikan:

JAKARTA - Suasana ramai dan antusias terlihat di kantor Voice of Indonesia (VOI) Media Group, Tanah Abang, Jakarta, saat 120 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung berkunjung, Selasa, 12 Agustus. 

Kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses kerja media online profesional sekaligus mendapatkan wawasan baru tentang peluang karier di bidang komunikasi.

Agenda kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, Manaf Solihat dan disambut baik oleh tim VOI. 

Berbagai agenda menarik pun diikuti para mahasiswa mulai dari pengenalan proses pembuatan berita, workshop konten kreatif media sosial, hingga sesi menarik seputar KALM platform konsultasi kesehatan mental dan layanan AI Care yang dibawakan oleh dr. Benita dan dr. Karol. 

Para mahasiswa juga berkesempatan office tour melihat langsung ruang kerja tim VOI. Menurut Manaf, pemilihan VOI Media Group sebagai tujuan kunjungan bukan tanpa alasan. 

"Ada relevansinya dengan apa yang kami pelajari di kampus. Pertama, kami ingin mahasiswa memahami bagaimana bekerja di media online dan media profesional. Kedua, mereka juga mendapat gambaran seperti apa karier di bidang komunikasi, sehingga bisa menyiapkan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan,” jelasnya kepada VOI. 

Ia menambahkan, kunjungan ini juga menjadi sarana membangun hubungan antara dunia pendidikan dan industri (link and match). 

"Antusias mahasiswa luar biasa, ini sudah kali kedua kami ke sini. Bahkan peminatnya sampai 100 persen dari satu angkatan,” kata Manaf.

Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan banyak pembelajaran praktis, mulai dari teknik penulisan berita, strategi membuat konten viral, hingga memahami model bisnis media yang dijelaskan oleh Iqbal Irsyad selaku pemimpin redaksi VOI. 

"VOI ini bisa menjadi role model bagi bisnis media lainnya. Setelah melihat langsung, mahasiswa jadi tahu apa saja yang dikerjakan media seperti VOI, termasuk peluang di dunia konten kreator,” tambah Manaf.

Kunjungan mahasiswa UNIKOM Bandung ke VOI Media
Kunjungan mahasiswa UNIKOM Bandung ke VOI Media. (Bambang Eros/VOI)

Baginya, agenda seperti ini juga menjadi bahan evaluasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri media. 

Tidak hanya dosen, mahasiswa pun merasakan manfaat besar dari kegiatan ini. Seperti halnya Aura Zahra Supriyadi (19) atau yang akrab disapa Zara. 

Dalam kesempatan ini, ia mengaku senang bisa berkunjung ke VOI. 

“Seru banget! Awalnya nggak tahu ada program seperti ini. Ternyata kunjungan ke media menarik banget, apalagi di sini jadi tahu ada aplikasi untuk konsultasi kesehatan mental dari KALM. Sesi yang paling saya suka itu bahasan cut-off teman, soalnya relate banget,” ungkapnya.

Selain itu, Zara juga menikmati sesi singkat pembuatan berita hingga produksi konten untuk media sosial. 

“Harapannya, ke depan kampus lebih sering mengadakan kunjungan ke media lain, seperti stasiun TV atau perusahaan sejenis. Ini sangat related untuk jurusan komunikasi dan karier masa depan,” tambahnya.

Kunjungan mahasiswa UNIKOM Bandung ke VOI Media
Kunjungan mahasiswa UNIKOM Bandung ke VOI Media. (Bambang Eros/VOI)

Selain Zara, Muhammad Fawzy Rifkiansyah, (20) juga menuturkan hal yang sama. Kata dia, agenda kunjungan ke media online dari kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memang ingin meneruskan karier di bidang komunikasi setelah lulus nanti. 

"Dari dulu memang kepingin masuk jurusan komunikasi dan jadi jurnalis karena ada saudara yang bekerja di bidang ini,"

"Kunjungan ke media seperti ini menurut saya bisa menambah wawasan baru soal prospek karier ke depannya, serta di VOI juga bisa tahu beberapa perkembangan lini bisnis lain seperti AI Care dan KALM juga," kata Fawzy. 

Lebih lanjut, bagi UNIKOM sendiri, kunjungan industri ke media sudah menjadi tradisi lebih dari satu dekade. Namun, setiap kunjungan selalu membawa warna baru dan memperluas wawasan mahasiswa.

"Harapannya tentu saja agar kegiatan ini terus berjalan setiap tahun, agar mahasiswa selalu mendapatkan pembaruan pengetahuan dan siap bersaing di dunia kerja yang terus berubah," pungkas Manaf.