Bagikan:

JAKARTA - Produser film animasi Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, secara terbuka membantah keras tudingan yang menyebut pihaknya telah menerima dana dari pemerintah sebesar Rp 6,7 miliar.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut adalah sebuah fitnah keji yang tidak hanya menyerang dirinya secara profesional, tetapi juga telah memberikan tekanan mental yang serius bagi keluarganya. Dalam sebuah pernyataan resmi, Toto dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

"Menanggapi tudingan yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan penerimaan dana sebesar Rp 6,7 miliar dari pemerintah untuk produksi film animasi Merah Putih One For All, saya, Toto Soegriwo selaku Produser, dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji," tulis Toto Soegriwo dikutip VOI dari instagram @soegriwototo, Selasa, 12 Agustus.

Ia menambahkan bahwa dampak dari fitnah ini sudah sangat meresahkan kehidupan pribadi keluarganya, yang kini harus menghadapi hujatan dari warganet.

"Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi atau memanfaatkan uang haram sebagaimana yang dituduhkan. Isu ini tidak hanya menyerang pribadi saya, tetapi juga berdampak serius terhadap keluarga, istri, dan anak-anak saya yang kini mengalami tekanan mental dan rasa tertekan akibat hujatan yang tersebar," lanjutnya.

Oleh karena itu, ia memohon kepada masyarakat luas untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak benar dan menghentikan segala bentuk serangan tanpa dasar.

"Sehubungan dengan hal ini, kami memohon kepada masyarakat dan warganet untuk tidak serta-merta ikut menyebarkan informasi yang tidak benar, serta menghentikan segala bentuk hujatan, fitnah, dan serangan tanpa dasar," jelas Toto.

Untuk memperkuat bantahannya, Toto bahkan mengutip klarifikasi yang telah diberikan oleh pihak pemerintah melalui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Ia menjelaskan bahwa interaksi dengan pemerintah hanya sebatas audiensi untuk mendapatkan masukan kreatif, tanpa ada bantuan finansial sama sekali.

"Pihak pemerintah melalui lbu Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, juga telah memberikan klarifikasi resmi bahwa pada saat menerima audiensi tim Merah Putih One For All, beliau hanya memberikan sejumlah masukan terkait cerita, karakter, visual (look & feel), trailer, dan aspek kreatif lainnya--sebagaimana beliau lakukan kepada setiap pihak yang beraudiensi. Beliau tidak memberikan bantuan finansial maupun fasilitas promosi kepada film ini," jelas Toto Soegriwo.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar klarifikasi ini dapat menjernihkan keadaan dan mengembalikan nama baiknya.

"Klarifikasi ini saya sampaikan dengan tulus dan sejujur-jujurnya, demi menjaga kebenaran informasi dan nama baik saya. Besar harapan saya agar publik dapat memahami duduk persoalan yang sebenarnya, sehingga saya dapat kembali menjalani kehidupan dan berkarya dengan tenang," pungkasnya.