JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan perlunya riset dan kajian mendalam untuk membongkar sejarah Situs Pasir Lulumpang di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Garut. Kunjungan ini dilakukan Kamis, 7 Agustus, sebagai bagian penelusuran warisan budaya di Jawa Barat.
Situs Pasir Lulumpang dikenal dengan lumpang batu besar berlubang di tengah dan dikelilingi struktur tanah berbentuk punden berundak. “Pasir Lulumpang punya ciri khas sesuai namanya, adanya lumpang dan kemungkinan ada dakonnya. Situs ini terdiri atas 13 teras sebagai satu struktur budaya,” kata Fadli sambil meneliti susunan batu purba di antara pepohonan dan perbukitan.
Untuk mencapai lokasi, Fadli menempuh perjalanan dengan sepeda motor milik warga, lalu berjalan kaki menapaki undakan hingga tiba di batu berlubang. Warga Cimareme menyambut hangat rombongan dan turut memfasilitasi perjalanan ke situs yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Garut ini.
Menurut Fadli, fungsi asli batu-batu berbentuk lumpang tersebut masih misterius. “Perlu penelitian yang lebih dalam. Dengan narasi kuat dan literasi memadai, pengetahuan yang terpendam bisa dihidupkan kembali,” ujarnya. Ia juga menilai situs ini berpotensi menjadi pusat pengetahuan dan wisata budaya, apalagi di sekitar lokasi ditemukan struktur serupa.
BACA JUGA:
Kondisi situs yang masih terawat menunjukkan kepedulian warga terhadap warisan budaya. Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan akan menindaklanjuti dengan kajian pelestarian dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, sejarawan, dan komunitas budaya.
Dengan nilai sejarah tinggi, panorama alam indah, dan peluang riset luas, Pasir Lulumpang tak hanya milik Garut, tetapi juga menjadi bagian penting warisan budaya Indonesia yang layak dikenal dunia.