JAKARTA - “Kita perlu melakukan carbon dating terhadap lukisan di gua ini agar tahu persis usianya,” tegas Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau Situs Gua Harimau di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Minggu (19/10).
Pernyataan itu menjadi tanda komitmennya untuk mendorong para peneliti dan arkeolog memperdalam riset tentang jejak peradaban Nusantara di situs prasejarah tersebut.
Fadli menyebut, Gua Harimau menyimpan warisan penting sejarah manusia Indonesia. “Di sini banyak temuan fosil tulang manusia, sejauh ini ada 82, dan juga lukisan dinding gua purba atau rock art,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima VOI.
Temuan yang diekskavasi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (kini BRIN) menunjukkan bahwa penghuni gua ini bahkan lebih tua dari komunitas Austro-Melanesia. “Juga ditemukan artefak logam tertua, seperti kapak corong perunggu, besi, batu, dan berbagai benda lainnya,” tambah Fadli.
BACA JUGA:
Ia menegaskan pentingnya menjaga situs prasejarah seperti Gua Harimau sebagai laboratorium kebudayaan, tempat ilmu pengetahuan dan identitas bangsa bertemu. “Mungkin nanti kita bisa lakukan ekspedisi lanjutan, termasuk ekskavasi dan pendalaman terhadap penelitian yang sudah ada,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut hadir Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah, Wakil Bupati Marjito Bachri, serta pejabat Kemenbud seperti Restu Gunawan, Agus Mulyana, Rachmanda Primayudha, dan Kristanto Januardi.
Lebih jauh, Fadli menekankan pentingnya menghidupkan museum dan situs budaya agar menjadi pusat aktivitas masyarakat. “Museum jangan hanya jadi ruang pamer. Harus ada aktivitas seperti pameran kontemporer dan kegiatan budaya lain,” tandasnya.