Bagikan:

YOGYAKARTA - Adaptasi dapat kita pahami sebagai upaya setiap makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan agar mampu bertahan hidup. Adaptasi morfologi adalah salah satu jenis dari adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup.

Pengertian Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi menjadi bentuk adaptasi yang dalam prosesnya didasarkan pada perubahan bentuk tubuh sehingga makhluk hidup mampu beradaptasi atau melanjutkan keberlangsungan hidup dengan lingkungannya.

Adaptasi morfologi juga sering disebut sebagai adaptasi fisik sebab perubahannya dapat kita secara visual, contohnya perubahan panjang kaki, pertumbuhan gigi, meningkatnya jumlah daun pada tumbuhan, dan sebagainya. Adaptasi morfologi dapat dikenali dan diamati dengan mudah karena dapat kita perhatikan dari luar.

Morfologi memiliki arti sebagai bentuk, sehingga adaptasi morfologi dapat terlihat dari bentuk tubuh atau salah satu organ tubuh hewan tersebut.

Beberapa jenis hewan mengeluarkan ciri khusus yang menjadi bentuk adaptasi morfologis terhadap lingkungannya. Bentuk tubuh yang unik dan khas ini sangat bermanfaat bagi hewan untuk mendapatkan makanan dan bertahan hidup di habitatnya.

Jenis Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi ini sendiri dibagi ke dalam dua jenis, yaitu adaptasi morfologi terhadap jenis makanan dan adaptasi morfologi terhadap jenis habitat.

Adaptasi terhadap jenis makanan

Adaptasi morfologi terhadap jenis makanan dapat kita lihat dari contoh di bawah ini:

  • Ayam mempunyai paruh yang kecil, lancip, dan tajam agar dapat mematuk biji-bijian kecil yang menjadi makanannya.
  • Bebek memiliki kaki dengan selaput agar mampu berjalan di lumpur.
  • Burung pelikan memiliki paruh yang besar sebagai adaptasinya dalam hal menangkap ikan.
  • Mamalia pemakan tumbuhan (herbivora) mempunyai gigi seri dan geraham yang lebar dan rata agar dapat digunakan dalam mengunyah makanan tumbuhan.

Adaptasi terhadap jenis habitat

Contoh dari adaptasi morfologi terhadap jenis habitat dapat kita lihat dari contoh berikut:

  • Unta mempunyai punuk yang berguna sebagai penyimpanan cadangan makanan saat berada di daerah gersang. Selain itu, unta juga memiliki bantalan kaki yang kuat dan berfungsi saat berjalan di pasir yang panas. Bentuk adaptasi lainnya, unta juga mempunyai tiga kelopak mata dan dua lapisan bulu mata sebagai pelindung matanya dari debu atau pasir.
  • Serigala yang tinggal di kutub mempunyai bulu yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari suhu dingin yang ekstrem.
  • Contoh adaptasi morfologi lain pada hewan yang dapat dilihat dari bentuk tempurung kura-kura. Ketika kura-kura baru lahir, tempurungnya masih relatif lembut, tetapi seiring dengan pertambahan usia, tempurung kura-kura menjadi semakin keras.
  • Fungsi dari tempurung ini tentunya untuk melindungi organ dalam kura-kura dan juga sebagai tempat berlindung dari predator.
  • Contoh lainnya adalah hewan bunglon yang memiliki adaptasi berupa kemampuan kamuflase. Mereka mampu mengubah warna kulit mereka sesuai dengan warna lingkungan sekitarnya. Hal ini dilakukan sebagai caranya dalam melindungi diri dari predator.

Demikianlah ulasan mengenai adaptasi morfologi dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+