Bagikan:

YOGYAKARTA - Sering kita menikmati es krim, kue, atau minuman dengan sentuhan rasa vanila. Namun, pernahkah terlintas di benak kita, dari mana rasa vanila berasal tersebut berasal? Di balik kelezatannya, vanila atau vanili menyimpan cerita panjang.

Dari bunga anggrek tropis yang langka hingga menjadi bumbu dapur andalan, berikut di balik perjalanan yang penuh dengan proses yang unik.

Dari Mana Rasa Vanila Berasal?

Mungkin banyak yang mengira vanili adalah biji-bijian, namun dilansir dari laman Bon Appetit, vanili adalah buah dari tanaman anggrek genus Vanilla. Namun anggrek vanili (Vanilla planifolia) hanya tumbuh di beberapa wilayah tertentu di dunia. Uniknya, sekitar setengah dari seluruh produksi vanili dunia berasal dari Madagaskar.

Madagaskar memang menjadi produsen vanili terbesar di dunia, menyumbang sekitar setengah dari total produksi. Namun, vanili juga dipanen di berbagai negara lain seperti Meksiko, Polinesia Prancis, Uganda, dan Indonesia.

Meskipun demikian, masing-masing daerah menghasilkan profil rasa yang berbeda, berikut penjelasannya:

  • Vanili Madagaskar dikenal dengan rasa manis, lembut, dan creamy.
  • Vanili Meksiko memiliki cita rasa manis pedas yang cocok dipadukan dengan kayu manis, cengkeh, atau jahe.
  • Vanili Tahiti kaya akan aroma floral dan buah-buahan, sangat pas untuk kue atau es krim dengan isian buah.

Penggunaan vanili pertama kali tercatat di Mesoamerika oleh peradaban Maya pra-Columbus. Mereka menggunakan vanili dalam minuman yang terbuat dari kakao dan rempah-rempah lain, yang kemudian diadopsi oleh suku Aztec dan dikenal sebagai chocolatl.

Baca juga artikel yang membahas Resep Krengsengan Daging Kambing Empuk Anti Bau Prengus, Dijamin Nagih!

Hingga kemudian, vanili dibawa ke Eropa setelah penaklukan Spanyol. Namun, cara menanamnya masih bergantung pada penyerbukan alami oleh lebah.

Namun titik baliknya terjadi pada tahun 1841, ketika seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Edmond Albius di Pulau Réunion menemukan cara untuk menyerbukkan bunga vanili secara manual. Metode inilah yang membuat vanili bisa diproduksi secara massal hingga saat ini.

Mengapa Vanili Alami Begitu Berharga?

Vanili alami memiliki profil rasa yang kaya, mulai dari gurih, musky, floral, hingga sedikit smoky atau earthy. Keunikan ini membuatnya mampu meningkatkan cita rasa kuliner hampir semua hidangan penutup.

Selain itu, vanili dapat membuat rasa hangat seperti kopi, cokelat, atau kayu manis menjadi lebih kaya, sementara rasa cerah seperti jeruk, hibiscus, atau berry terasa lebih tajam.

Meskipun vanili tiruan bisa menjadi alternatif, vanili asli lebih enak untuk hidangan yang tidak banyak dimasak atau dipanaskan (seperti es krim dan pastry cream), atau hidangan dengan sedikit bahan (seperti crème brûlée atau shortbread cookies).

Dari Mana Asal Ekstrak Vanili?

Ekstrak vanili murni dibuat dengan merendam buah vanili yang sudah difermentasi dan dikeringkan dalam larutan alkohol. Proses ini bertujuan untuk mengekstraksi semua senyawa rasanya.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, ekstrak vanili harus mengandung setidaknya 35% alkohol dan 100 gram vanili per liter. Saat berbelanja, carilah produk yang hanya mencantumkan vanili, alkohol, dan air tanpa tambahan bahan lain.

Sebagian Besar Produk Vanili di Dunia adalah Tiruan

Vanili tiruan memiliki bahan utama berupa vanilin sintetis, versi buatan laboratorium dari senyawa kimia yang ditemukan secara alami di vanili. Vanilin ini bisa didapat dari sumber yang lebih murah seperti eugenol dan lignin, tetapi mayoritas berasal dari petrokimia. Produk ini sering disebut sebagai "esens vanili" atau "vanili artifisial."

Meskipun vanili tiruan bisa meniru aroma, banyak ahli berpendapat bahwa vanili tiruan tidak bisa menyamai kompleksitas rasa floral dan kayu-kayuan dari vanili asli.

Namun, bukan berarti vanili tiruan tidak berguna. Ini adalah pilihan yang jauh lebih ekonomis.

Meskipun demikian, Anda mungkin tidak bisa membedakan vanili tiruan dan asli dalam hidangan yang menggunakan banyak bahan lain (seperti cokelat dan rempah-rempah) atau hidangan yang dipanggang dengan suhu tinggi.

Kabar baiknya banyak hidangan penutup klasik seperti confetti cake atau Dunkaroos memang sengaja menggunakan vanili tiruan untuk mendapatkan rasa vanili yang khas dan kuat.

Selain dari mana rasa vanila berasal, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!