Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan berkolaborasi mengangkat budaya bangsa sebagai salah satu daya tarik pariwisata Indonesia di pasar nusantara maupun internasional.

Dalam penandatangan nota kesepahaman (MOU) keduanya di Jakarta pada Selasa, 22 Juli, Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan tradisi dan budaya Indonesia yang beraneka ragam memberikan warna dan makna tersendiri bagi pariwisata Indonesia yang tidak dimiliki negara-negara lainnya.

"Budaya adalah salah satu kekuatan utama Indonesia, identitas bangsa, pembeda kita dengan negara lain, dan sumber keunggulan kompetitif dalam pengembangan pariwisata," ujarnya seperti dikutip ANTARA.

Sehingga, kekayaan tradisi dan budaya harus dikemas sekreatif mungkin dan ini memerlukan kolaborasi yang kuat antarberbagai pihak.

"Kita perlu mengemas kekayaan budaya ini secara kreatif dan autentik agar bisa menarik wisatawan yang tidak hanya datang tetapi juga terhubung secara emosional dengan Indonesia," katanya.

Nota kesepahaman juga dinilai akan membuka berbagai peluang kolaborasi pemanfaatan budaya sebagai daya tarik pariwisata Indonesia melalui kegiatan berbasis budaya.

Widiyanti menyebut salah satu bentuk pengembangan yang potensial adalah penyelenggaraan kegiatan pariwisata berbasis budaya yang sejalan dengan program unggulan Kementerian Pariwisata yaitu Events by Indonesia.

"Mari kita membangun citra positif bangsa dan mendorong minat wisatawan mancanegara untuk datang dan merasakan langsung kekayaan budaya Indonesia," ucapnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan keberagaman Indonesia merupakan suatu potensi yang kuat dan patut dimanfaatkan sebagai motor penggerak pariwisata dan perekonomian Indonesia.

"Kita berharap budaya bisa menjadi soft power kita ke depan. Budaya bukan beban, budaya bisa menjadi sumber ekonomi, budaya bisa menjadi industri," kata Fadli.