Bagikan:

YOGYAKARTA - Terapi sel punca atau stem cell, telah menjadi sorotan utama dalam dunia medis berkat potensinya yang luar biasa dalam meregenerasi sel dan jaringan tubuh yang rusak.

Di Indonesia sendiri, minat terhadap pengobatan inovatif ini terus meningkat, dan membuka harapan baru bagi berbagai kondisi kesehatan, mulai dari penyakit degeneratif hingga cedera serius.

Namun, sebenarnya berapa biaya terapi stem cell di Indonesia? Artikel ini akan mengupas tuntas rincian perkiraan biaya, serta hal-hal penting lain yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk menjalani terapi ini.

Biaya Terapi Stem Cell di Indonesia Lebih Murah?

Terapi sel punca atau stem cell sempat dikenal sebagai pengobatan mahal yang hanya bisa diakses segelintir orang. Pada sekitar tahun 2021, khususnya untuk penanganan pasien COVID-19 kritis, biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Data yang dilansir dari Antara kala itu menunjukkan, tarif terapi sel punca mesenkimal yang bersumber dari tali pusat sangat bergantung pada berat badan pasien.

"Kita memberikan satu juta sel punca per kilogram per berat badan," jelas Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT(K), Guru Besar Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

Prof Ismail menambahkan bahwa harga satu sel punca saat itu dipatok Rp2,2. Dengan demikian, untuk pasien berbobot 50 kg, diperlukan 50 juta sel punca yang berarti total biaya mencapai sekitar Rp110 juta.

Baca juga artikel yang membahas Terbukti Ampuh! Cara Mengobati Tangan Kebas Secara Alami, Tanpa Obat Kimia

Sel punca mesenkimal tersebut merupakan hasil produksi dari UPT TK Sel Punca RSCM-FKUI-KF, yang diklaim memiliki kapasitas produksi hingga 72 miliar sel per tahun, menjamin ketersediaan pasokan.

Namun, angin segar kini berembus bagi masyarakat yang membutuhkan terapi inovatif ini. Seiring berjalannya waktu, akses terhadap terapi stem cell menunjukkan tanda-tanda menjadi lebih terjangkau.

Mandaya Royal Hospital Puri, misalnya, melalui laman resminya mengumumkan telah memiliki dokter spesialis ortopedi yang fokus pada terapi stem cell dan secretome, yaitu dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT(K), CIPS, AIFO-K.

Menariknya, untuk kasus peradangan sendi, biaya terapi stem cell dan secretome di rumah sakit tersebut kini bisa dimulai dari Rp5 juta.

Mengurai Peradangan Sendi dengan Terapi Stem Cell

Peradangan sendi, atau dalam istilah medis disebut arthritis, adalah kondisi umum yang menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada sendi. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak yang signifikan.

Arthritis bisa menyerang satu atau beberapa sendi, dan kemunculannya pun bervariasi.  Penyakit ini berkembang secara bertahap, ada pula yang tiba-tiba, tergantung pada penyebab dan jenis peradangannya.

Melihat dampak signifikan yang ditimbulkan oleh peradangan sendi, dunia medis terus berinovasi mencari solusi terbaik. Salah satu metode pengobatan terbaru yang menjanjikan adalah terapi stem cell.

Terapi ini bekerja dengan cara memperbaiki dan meregenerasi jaringan sendi yang rusak atau meradang, alih-alih hanya meredakan gejalanya. Adapun manfaat utama dari terapi stem cell untuk penanganan peradangan sendi meliputi:

  • Mengurangi rasa nyeri: Dengan meregenerasi jaringan yang rusak, sumber nyeri dapat diatasi secara langsung.
  • Meningkatkan fungsi sendi: Perbaikan jaringan memungkinkan sendi bergerak lebih bebas dan optimal.
  • Mempercepat pemulihan: Proses regenerasi sel mempercepat perbaikan kondisi sendi secara keseluruhan.

Perkembangan stem cell tentu menjadi kabar baik, menandakan bahwa terapi ini mulai bisa dijangkau oleh lebih banyak kalangan di Indonesia. Lantas, apakah penurunan biaya ini akan terus berlanjut dan membuka peluang lebih luas bagi pengobatan regeneratif di masa depan?

Selain biaya terapi stem cell di indonesia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!