Bagikan:

JAKARTA - Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan dengan pola hidup sehat seperti olahraga, pola makan seimbang, dan pemeriksaan medis rutin. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia medis juga mengalami perkembangan pesat melalui teknologi kedokteran regeneratif, yaitu pendekatan pengobatan yang berfokus pada kemampuan tubuh untuk memperbaiki dan memperbarui jaringan yang rusak secara alami.

Salah satu teknologi yang banyak dibahas dalam bidang ini adalah terapi sel punca atau stem cell. Terapi ini memanfaatkan sel yang memiliki kemampuan khusus untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel lain di dalam tubuh. Dalam penelitian medis, teknologi ini dipelajari untuk membantu proses regenerasi jaringan, termasuk pada sendi, tulang belakang, hingga jaringan tubuh yang mengalami proses penuaan.

Di berbagai negara, riset mengenai stem cell terus berkembang dan mulai digunakan sebagai bagian dari pendekatan preventif maupun terapi pendukung bagi beberapa kondisi kesehatan. Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi ini juga mulai menunjukkan kemajuan seiring meningkatnya fasilitas medis, penelitian ilmiah, serta keterlibatan tenaga ahli di bidang bioteknologi dan kedokteran regeneratif.

Perkembangan tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah tokoh nasional Surya Paloh menjalani tindakan preventif melalui terapi stem cell di Celltech Stem Cell Centre, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026.

Langkah tersebut tidak hanya mencerminkan upaya menjaga kesehatan secara personal, tetapi juga menunjukkan semakin berkembangnya layanan terapi sel punca di dalam negeri yang didukung teknologi modern serta tenaga ahli Indonesia.

Tindakan medis tersebut dilakukan oleh Deby Vinski, seorang peneliti sekaligus praktisi stem cell yang dikenal aktif dalam berbagai forum ilmiah internasional. Deby juga menjabat sebagai Presiden organisasi stem cell dunia dan telah lama meneliti bidang regenerative medicine.

Deby menempuh pendidikan di Dresden International University serta meraih gelar doktoral di Rusia. Selain praktik klinis, Deby juga aktif mempublikasikan penelitian terkait terapi sel punca dan anti-aging medicine di berbagai jurnal ilmiah internasional.

Menurut Deby, perkembangan teknologi stem cell di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

“Perkembangan teknologi stem cell di Indonesia semakin maju. Saat ini fasilitas penelitian dan klinis sudah semakin terstandar sehingga terapi dapat dilakukan dengan tingkat keamanan dan presisi yang baik,” ujar Deby, dikutip dari keterangan resmi yang diterima VOI pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam tindakan tersebut, prosedur dilakukan menggunakan teknologi pencitraan medis C-Arm, yaitu perangkat radiologi yang memungkinkan dokter melihat posisi anatomi pasien secara real-time selama tindakan berlangsung. Teknologi ini membantu meningkatkan ketepatan dalam proses injeksi sel punca, terutama pada area tulang belakang maupun sendi lutut.

Pada prosedur itu, Deby juga bekerja sama dengan Sunaryo, dokter spesialis ortopedi dari RSPPN Panglima Besar Soedirman. Terapi yang dilakukan berfokus pada pendekatan regeneratif untuk area tulang belakang serta knee rejuvenation, yang bertujuan mendukung perbaikan jaringan sendi secara biologis.

Deby menjelaskan pendekatan ini merupakan bagian dari konsep regenerative medicine yang memanfaatkan kemampuan sel untuk membantu proses pemulihan jaringan tubuh.

"Pendekatan regenerative medicine bertujuan membantu tubuh memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan secara alami melalui teknologi biologi sel,” jelasnya.

Pilihan Surya Paloh menjalani terapi di fasilitas medis dalam negeri juga dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap kemampuan tenaga medis dan ilmuwan Indonesia. Selama ini, terapi stem cell sering diasosiasikan dengan layanan kesehatan di luar negeri, terutama di negara yang memiliki industri medical tourism yang kuat.

Dengan berkembangnya fasilitas riset dan klinik di Indonesia, para pakar menilai negara ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem medical tourism berbasis kedokteran regeneratif.

Selain memberikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat, sektor ini juga berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi melalui kunjungan pasien dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Deby, pengembangan stem cell di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan layanan klinis, tetapi juga riset ilmiah jangka panjang.

“Kedepannya, kami berharap penelitian stem cell di Indonesia semakin berkembang melalui kolaborasi internasional, dukungan regulasi, serta penguatan ekosistem riset bioteknologi." pungkasnya.

Dengan kombinasi teknologi medis, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan kebijakan kesehatan, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat penelitian dan layanan stem cell therapy di kawasan Asia.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+