Bagikan:

JAKARTA — Rhino Indonesia menunjukkan langkah konkret dalam mendorong transformasi industri fashion nasional melalui gelaran Print Fashion Parade: Color of Indonesia yang digelar di Jakarta.

CEO Rhino Indonesia Herbit menyatakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem fashion printing di Indonesia.

Herbit menjelaskan bahwa kolaborasi antara kreativitas desainer lokal dan inovasi teknologi mesin printing sublimasi dari Rhinotec mampu menciptakan wajah baru industri mode yang berbasis teknologi.

Ia menyampaikan sebanyak sepuluh desainer lokal terlibat dalam parade busana yang menampilkan ragam koleksi dengan motif khas budaya Indonesia, seluruh koleksi dicetak menggunakan teknologi sublimasi Rhinotec, yang dikenal akan ketajaman warna dan akurasi hasil cetaknya.

“Fashion dan teknologi kini tak bisa dipisahkan. Kami melihat banyak potensi jika pelaku industri kreatif diberikan akses ke teknologi cetak yang andal dan fleksibel,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu, 1 Juni.

Herbit menyampaikan pihaknya ingin mengambil peran lebih dari sekadar penyedia mesin, melainkan menjadi mitra pertumbuhan dalam ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan.

Ia menyampaikan dalam industri yang terus berubah, koneksi antara pelaku kreatif, penyedia teknologi, dan pasar menjadi kunci sukses di tengah dinamika industri saat ini.

Menurutnya melalui Print Fashion Parade dapat menjadi contoh nyata bagaimana sebuah ekosistem dapat terbentuk dimulai dari kerja sama yang saling memperkuat.

Dengan terus mendorong inovasi dan kolaborasi, ia berharap bisa mendorong lebih banyak pelaku industri fashion, UMKM dan desainer muda, untuk dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan dan daya saing di pasar nasional maupun global.