JAKARTA - Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memikat perhatian dunia dengan pesona alam, budaya khas, serta kekayaan kuliner yang menggugah selera.
Melalui ragam destinasi wisata unggulan seperti Mandalika, kekayaan tradisi tenun Sasak, hingga cita rasa masakan lokal, NTB memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisatawan dan investor internasional.
Dalam rangka mempromosikan kekayaan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) merupakan momen strategis untuk memperkenalkan potensi NTB ke kancah global, mulai dari sektor pariwisata, budaya, hingga peluang investasi.
“Ajang ini adalah sarana yang tepat untuk menunjukkan ragam kuliner khas NTB kepada dunia. Melalui makanan, kita bisa menjalin kedekatan dengan tamu-tamu internasional, sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka untuk berkunjung atau bahkan berinvestasi,” ujarnya seperti dikutip ANTARA.
Ia berharap para delegasi dapat merasakan secara langsung kekayaan budaya dan keunikan kuliner NTB, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
“Ini bukan sekadar menyajikan makanan, tapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang membekas. Mari kita manfaatkan momen ini untuk membangun koneksi yang bernilai,” tambahnya dalam sambutan jamuan makan malam di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis (8/5) malam.
Ketua Delegasi yang juga Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo, menegaskan bahwa NTB menyimpan kekayaan besar di sektor pertanian, pariwisata, serta tradisi masyarakat lokal yang patut dipromosikan lebih luas.
“Selama tiga hari ke depan, kami memberikan ruang bagi NTB untuk menampilkan potensi dan jejaring kerja sama yang telah disiapkan. Ini juga akan menjadi ajang memperkenalkan mitra investasi baru,” jelasnya.
BACA JUGA:
Acara makan malam tersebut dibuka dengan Tarian Nguri sebagai simbol penyambutan tamu kehormatan. Disusul dengan Tarian Dedare Nyesek yang menggambarkan kehidupan sehari-hari gadis desa saat menenun, sekaligus memperkenalkan tradisi dan warisan budaya Lombok.
Selama empat hari di Lombok, sebanyak 38 duta besar negara sahabat beserta pasangan dan peserta diplomatic tour akan diajak mengeksplorasi berbagai sisi NTB. Kegiatan mencakup kunjungan ke Museum NTB dan kawasan bersejarah Kota Tua Ampenan, mengenal kearifan lokal di Desa Wisata Bilebante, serta berinteraksi dengan pelaku UMKM di NTB Mall. Delegasi juga dijadwalkan berdiskusi langsung dengan Gubernur mengenai potensi ekonomi dan investasi di provinsi tersebut.
Di kawasan Mandalika, para tamu akan menjajaki peluang kerja sama di sektor pariwisata bersama ITDC, serta menyaksikan secara langsung gelaran Fanatec GT World Challenge Asia 2025.
Program Indonesia Gastrodiplomacy Series sendiri merupakan inisiatif unggulan Kementerian Luar Negeri RI yang bertujuan mempromosikan kuliner Nusantara sebagai sarana dialog budaya, diplomasi ekonomi, serta peningkatan kerja sama internasional. Edisi khusus “Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara” kali ini menjadi bagian dari upaya konkret mendongkrak sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi NTB.