JAKARTA - Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) merupakan wujud nyata konsep Indonesia incorporated, meningkatkan visibilitas dan daya saing di kancah global dengan makanan menjadi salah satu tools diplomasi, kata Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo.
Kementerian Luar Negeri bersama kementerian lain dan sejumlah lembaga sukses menggelar Indonesia "Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara" yang berakhir pada Sabtu (10/5).
Digelar sejak Hari Kamis lalu, kegiatan tersebut sukses mengangkat budaya, ekonomi, investasi dan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).
Duta Besar Heru Subolo menerangkan, IGS bertujuan mempromosikan Indonesia secara keseluruhan. Dikatakannya, kegiatan ini sudah berlangsung lima kali di berbagai provinsi dengan partisipan yang berbeda-beda.
"Pintu masuknya adalah gastro atau makanan, salah satu tools diplomasi. Tapi pada saat yang sama kita masukkan aspek-aspek potensial untuk berkolaborasi antara kedutaan asing dengan stakeholders nasional," ungkapnya dalam keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Minggu 11 Mei.
Duta Besar Heru Subolo mengatakan, IGS merupakan wujud nyata konsep Indonesia Incorporated serta menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi, guna meningkatkan visibilitas dan daya saing Indonesia dalam skala global.
"Sekarang kita akan menindaklanjutinya dengan kolaborasi konkret dari berbagai stakeholders. Dari pemerintah komitmennya sangat tinggi, tinggal bagaimana kita tindaklanjuti degan pemerintah asing melalui duta besar mereka di sini," tandasnya.
Gelaran "Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara" terselenggara atas kolaborasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemprov NTB, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pelita Air.
Para peserta diajak untuk menjelajahi keindahan budaya, kuliner, potensi pariwisata, hingga potensi investasi di NTB.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif yang datang langsung pada Local Gastronomy Experience di Desa Wisata Bilebante (09/05) juga mengapresiasi penyelenggaraan IGS 2025, mendorong penguatan exposure ekonomi kreatif berbasis lokal terhadap internasional.
BACA JUGA:
"Diplomasi kuliner merupakan jembatan lintas budaya yang mampu mempererat hubungan antarbangsa. Kita bisa membangun kerja sama lintas kawasan, bahkan lintas benua, melalui makanan. Itulah cara kita menumbuhkan persahabatan dan memperkenalkan potensi desa,” ujar Wamenekraf Irene Umar.
Selama tiga hari, delegasi menelusuri keragaman budaya dan sejarah Kota Mataram dengan berkeliling Kota Tua Ampenan dan Museum NTB, berdialog langsung dengan Gubernur NTB, berinteraksi dengan pelaku UMKM, menikmati kuliner organik di Desa Wisata Bilebante, mendukung green initiative melalui penanaman pohon, hingga melihat potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Mandalika.
Rombongan delegasi yang terdiri dari 38 Duta Besar beserta pasangan serta diplomat asing dari 27 negara menutup rangkaian kegiatan dengan menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung, serta mengikuti track experience, mencoba langsung Pertamina Mandalika International Circuit.
">