YOGYAKARTA - Haji bukan hanya sekadar perjalanan ke Tanah Suci, melainkan sebuah ibadah yang memiliki serangkaian kegiatan dan tata cara yang telah ditentukan secara syar’i. Bagi Anda yang berencana menunaikan rukun Islam yang kelima ini, maka perlu tahu apa saja rangkaian ibadah haji.
Seluruh prosesi dalam ibadah haji memiliki makna mendalam dalam membentuk ketakwaan, kesabaran, dan kepasrahan kepada Allah SWT. Bagi jamaah haji, memahami rangkaian ibadah haji sangat penting agar dapat melaksanakannya dengan benar dan khusyuk.
Setiap tahapan memiliki waktu, tempat, dan tata cara tertentu yang tidak boleh ditinggalkan karena merupakan bagian dari syarat dan rukun haji. Lantas apa saja rangkaian ibadah haji yang perlu diketahui calon jamaah haji?
Rangkaian Ibadah Haji
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan oleh umat Islam di Tanah Suci:
1. Niat dan Ihram
Rangkaian ibadah haji dimulai dengan niat dan memakai ihram dari miqat (tempat tertentu yang telah ditentukan sebagai batas dimulainya niat haji). Bagi jamaah dari Indonesia, miqat biasanya dilakukan di Dzulhulaifah (Bir Ali) jika mengambil rute Madinah terlebih dahulu, atau di Yalamlam jika dari Jeddah.
Pakaian ihram untuk laki-laki berupa dua lembar kain putih tanpa jahitan, sedangkan perempuan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh tanpa penutup wajah dan tangan. Dalam kondisi ihram, jamaah harus menjaga diri dari larangan-larangan tertentu seperti memotong rambut, memakai wangi-wangian, berhubungan suami istri, dan lainnya.
2. Menuju ke Mekkah dan Tawaf Qudum
Setelah berihram, jamaah menuju Mekkah untuk melaksanakan tawaf qudum (tawaf penyambutan) sebanyak tujuh kali putaran mengelilingi Ka'bah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap Masjidil Haram. Tawaf dilakukan dengan memulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama.
3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Setelah tawaf, jamaah melanjutkan dengan sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i adalah napak tilas perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail. Sa’i dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.
4. Wukuf di Arafah
Wukuf di Padang Arafah merupakan puncak ibadah haji dan menjadi rukun yang tidak bisa ditinggalkan. Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai setelah tergelincirnya matahari hingga terbenam. Pada saat wukuf, jamaah berkumpul untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.
Di sinilah setiap jamaah merenungi perjalanan hidup, memohon ampunan, dan memperbaharui komitmen kepada Allah SWT. Wukuf merupakan simbol pertemuan manusia dengan Tuhannya.
5. Mabit di Muzdalifah
Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) dan mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah. Mabit di Muzdalifah dilakukan sampai menjelang fajar, sebagai bentuk ketundukan kepada aturan Allah SWT.
6. Melempar Jumrah Aqabah
Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah bergerak ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah dengan tujuh batu kerikil. Prosesi ini menandai kemenangan melawan godaan dan simbol pengusiran setan sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.
7. Tahallul (Mencukur Rambut)
Setelah lempar jumrah, jamaah melaksanakan tahallul, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut. Bagi laki-laki disunnahkan mencukur habis, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit ujung rambut. Dengan tahallul, beberapa larangan ihram sudah boleh ditinggalkan.
8. Menyembelih Hewan (Qurban)
Pada hari Idul Adha, jamaah yang melakukan haji tamattu’ atau qiran diwajibkan menyembelih hewan sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim ketika hendak menyembelih putranya.
9. Mabit di Mina
Jamaah kembali ke Mina untuk mabit selama dua atau tiga malam (tanggal 11–13 Dzulhijjah). Di sini jamaah melaksanakan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah selama tiga hari berturut-turut masing-masing dengan tujuh batu.
10. Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah dilakukan setelah hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan merupakan rukun haji yang wajib dilakukan. Prosesi ini adalah bentuk pembersihan diri setelah melaksanakan seluruh amalan utama haji. Tawaf ini dilakukan seperti tawaf biasa sebanyak tujuh putaran di sekitar Ka’bah.
11. Sa’i (Jika Belum Dilakukan)
Jika jamaah belum melakukan sa’i sebelumnya (bagi yang memilih haji ifrad atau qiran), maka sa’i dilakukan setelah tawaf ifadah. Namun bagi yang sudah melakukannya setelah tawaf qudum, tidak perlu mengulanginya.
12. Tawaf Wada’
Rangkaian terakhir dari ibadah haji adalah tawaf wada’, yaitu tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekkah. Tawaf ini wajib dilakukan bagi semua jamaah kecuali wanita yang sedang haid. Tawaf ini menjadi simbol perpisahan dan penghormatan terakhir kepada Baitullah.
Demikianlah rangkaian ibadah Haji yang penting untuk diketahui oleh calon jemaah haji. Dengan memahami dan menjalani setiap tahapan dengan benar, jamaah dapat meraih haji yang mabrur. Baca juga macam-macam haji bagi umat Islam.
Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.