YOGYAKARTA – Menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti membereskan meja belajar, melipat bajunya sendiri, atau merapikan kamar, mungkin bisa ditugaskan kepada anak pada usia tepat. Menurut sebuah studi di Harvard yang dilakukan selama 75 tahun, menunjukkan bahwa anak-anak yang melakukan pekerjaan rumah lebih sukses saat dewasa.
Meminta anak pertama kali untuk melakukan pekerjaan rumah, bukan hal mudah. Ortu perlu menjelaskan bagaimana menyelesaikannya, memberi contoh, hingga menyepakati tugas tersebut konsisten diselesaikan. Pada sebagian besar budaya masyarakat, orang tua cenderung harus selalu mengingatkan, mendorong, dan bersikeras anak-anak mengerjakan tugas mereka. Tugas seharusnya tidak bersifat opsional atau dapat dinegosiasikan.
Penelitian menekankan bahwa tugas untuk anak-anak adalah batu loncatan dan alat pembelajaran. Tugas ini membantu anak-anak memperoleh kepercayaan diri, membangun ketahanan, dan mandiri seiring bertambahnya usia. Membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah juga mendorong tanggung jawab, rasa kerja sama tim, dan etos kerja yang sangat dibutuhkan pada kemudian hari.
Profesor emeritus bidang pendidikan keluarga, Marty Rossman dari Universitas of Minnesota, menentukan prediktor keberhasilan orang dewasa muda di pertengahan usia 20-an adalah mereka yang berpartisipasi dalam tugas-tugas rumah tangga saat berusia 3 atau 4 tahun. Namun jika mereka tidak mulai berpartisipasi hingga usia 15 atau 16 tahun, subjek-subjek tersebut menjadi kurang ‘berhasil’.
Tugas-tugas di rumah tampaknya tidak penting. Tetapi menurut psikolog sosial dan penulis Susan Newman, Ph.D. dilansir Psychology Today, Rabu, 23 April, dapat membentuk kemandirian pada akhirnya. Jika dimulai sejak dini, tugas-tugas akan menjadi kebiasaan, yang berarti lebih sedikit meminta kepada orang tua dan lebih sedikit rengekan dari anak-anak. Pesan dari Newman, terimalah bahwa cara anak-anak kecil menyelesaikan tugas tidak akan sempurna. Seperti untuk merapikan meja belajarnya sendiri atau mencuci piring dan gelas setelah ia pakai.
BACA JUGA:
Penelitian yang diterbikan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, para peneliti menanyai hampir 10.000 anak usia sekolah dasar tentang membantu di rumah. Mereka yang diberi tugas di taman kanak-kanak menunjukkan keuntungan yang jelas di kelas tiga. Ini dikaitkan dengan pengembangan kompetensi diri, perilaku prososial, dan efikasi diri di kemudian hari. Penelitian menemukan, anak-anak yang rutin melakukan pekerjaan rumah mendapat skor lebih tinggi pada ukuran prososial, kemampuan akademis, hubungan dengan teman sebaya, dan kepuasan hidup daripada mereka yang jarang membantu di rumah.
Studi lainnya, dilakukan di Harvard yang dilakukan selama 75 tahun menyimpulkan. Bahwa anak-anak yang mengerjakan tugas lebih sukses saat dewasa. Anak-anak sukses di masa depan karena mereka memperoleh etos kerja dengan mengerjakan tugas di rumah, menurut analisis tersebut.