YOGYAKARTA - Geopark Karangsambung-Kebumen merupakan salah satu kawasan warisan geologi yang menarik untuk ditelusuri atau disimak. Kawasan Geopark ini resmi diakui sebagai UNESCO Global Geoparks (UGGs). Lantas seperti apa sejarah geopark Kebumen?
Terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, geopark tersebut menyimpan jejak-jejak pembentukan bumi yang berusia ratusan juta tahun. Geopark ini menjadi laboratorium alam bagi para peneliti geologi karena memiliki batuan purba, struktur geologi yang kompleks, serta fosil-fosil yang menceritakan evolusi bumi dari masa ke masa.
Kawasan Karangsambung sendiri telah lama dikenal sebagai "surga geologi" karena menjadi tempat bertemunya lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Proses tumbukan kedua lempeng ini jutaan tahun lalu menghasilkan berbagai fenomena geologi unik, seperti batuan metamorf, singkapan batuan dasar laut, dan struktur sesar yang memukau.
Tidak heran jika UNESCO sedang mempertimbangkan untuk menetapkan Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark, sebuah pengakuan bagi kawasan warisan geologi yang memiliki nilai ilmiah, edukasi, dan pariwisata. Mari mengenal lebih jauh sejarah geopark Kebumen dan keistimewaannya.
BACA JUGA:
Sejarah Geopark Kebumen
Kawasan Karangsambung menyimpan batuan yang terbentuk sejak zaman Prae-Tersier (lebih dari 65 juta tahun lalu) hingga Kapur. Batuan-batuan ini merupakan sisa dari dasar samudra yang terangkat akibat tumbukan lempeng tektonik.
Beberapa jenis batuan yang ditemukan di sini antara lain:
- Batuan metamorf seperti sekis dan filit, hasil dari tekanan dan suhu tinggi.
- Batuan sedimen laut dalam seperti batu gamping dan rijang.
- Ofiolit, yaitu batuan yang berasal dari mantel bumi.
Keberagaman batuan ini menjadikan Karangsambung sebagai laboratorium geologi terbesar di Indonesia, bahkan sering disebut sebagai "Taman Batu Purba".
Sejarah penelitian geologi di Karangsambung dimulai pada era kolonial Belanda. Pada 1850-an, ahli geologi Belanda seperti R.D.M. Verbeek dan J.F. Umbgrove melakukan pemetaan dan penelitian di kawasan ini. Mereka menemukan bahwa Karangsambung adalah bukti nyata proses subduksi lempeng tektonik yang terjadi di masa lampau.
Pada tahun 1960-an, penelitian dilanjutkan oleh ilmuwan Indonesia, termasuk Prof. R.P. Koesoemadinata dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi pada 2006 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pengembangan Menjadi Geopark Nasional dan Global
Pada 2018, Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Kementerian ESDM dan LIPI mulai mengusulkan Karangsambung sebagai Geopark Nasional. Upaya ini berhasil dengan ditetapkannya Geopark Nasional Karangsambung-Kebumen pada 2021.
Kini kawasan Geopark Kebumen resmi menjadi UNESCO Global Geoparks (UGGs). Penetapan tersebut dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Perancis, dari Rabu (2/4) sampai Kamis (17/4).
"58 negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO, termasuk Indonesia, secara konsensus menyetujui usulan 16 geopark baru yang dinominasikan UNESCO Global Geoparks Council pada Sidang Konsil Geopark UNESCO pada September dan Desember 2024 lalu," bunyi keterangan dari Kementerian Luar Negeri, dikutip Kamis (17/4/2025).
Keunikan dan Potensi Geopark Kebumen
Berikut ini beberapa keunikan atau unsur geologi bernilai tinggi yang berada di kawasan geopark Kebumen:
1. Situs-Situs Geologi yang Menakjubkan
Beberapa lokasi penting di Geopark Kebumen antara lain:
- Bukit Pentulu Indah: Menampilkan singkapan batuan metamorf dan sedimen.
- Kali Muncar: Sungai dengan batuan ofiolit yang langka.
- Gunung Parang: Bekas dasar laut yang terangkat.
- Pantai Logending: Gabungan keindahan pantai dan struktur geologi unik.
2. Warisan Budaya dan Ekoturisme
Selain keunikan geologis, Kebumen juga kaya akan budaya, seperti:
- Kerajinan batu fosil di Desa Candirenggo.
- Tradisi masyarakat yang hidup harmonis dengan alam.
- Wisata edukasi seperti Museum Karangsambung dan jalur tracking geologi.
3. Upaya Konservasi dan Edukasi
Pemerintah dan masyarakat setempat terus berkomitmen untuk melestarikan kawasan ini melalui:
- Program edukasi geologi untuk pelajar dan mahasiswa.
- Pengembangan wisata berkelanjutan.
- Kerja sama dengan peneliti internasional.
Demikianlah ulasan mengenai sejarah geopark Kebumen yang sudah diakui oleh UNESCO. Geopark Karangsambung-Kebumen bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan khazanah ilmu geologi dunia. Baca juga Geopark Meratus juga ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks.
Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.