JAKARTA - Russell Brand ditangkap kepolisian London atas kasus pelecehan seksual, pemerkosaan, dan penyerangan pada Jumat, 4 April waktu setempat. Kepolisian menyatakan Brand ditangkap atas empat kasus sejak diselidiki detektif 18 bulan lalu.
Kasus ini terjadi kepada empat wanita berbeda. Melansir Deadline, Russell Brand diduga melakukan pelecehan kepada seorang wanita di Bournemouth pada tahun 1999, menyerang seorang wanita di Westminster pada tahun 2001, pelecehan kepada wanita di Westminster pada tahun 2004.
Tidak hanya itu, ia juga melakukan pelecehan kepada wanita lainnya antara tahun 2004 dan tahun 2005.
Kepolisian menyatakan mereka sudah mengeluarkan surat penangkapan kepada Russell Brand di Oxfordshire yang berada di Inggris.
Brand dijadwalkan hadir di sidang pada 2 Mei mendatang. Dalam pernyataannya, ia mengaku sudah tidak menetap di Inggris karena sedang sibuk dengan urusannya di Amerika Serikat.
BACA JUGA:
“Saya tidak tinggal di Inggris karena secara pribadi saya mengalami bagaimana media, pemerintah, judisiari, jika kalian tiba-tiba merasa tidak nyaman, akan selalu menemukan cara untuk menyerang kalian,” kata Russell Brand dalam layanan Rumble-nya.
Melalui akun X-nya, Brand mmeberi bantahan bahwa ia adalah seorang pemerkosa sesuai dengan tuduhan dan laporan kasus tersebut.
“Saya tidak pernah terlibat dalam aktivitas non-konsensual, saya berdoa kalian bisa melihatnya dengan melihat mata saya,” kata Russell Brand.
“Tentu saya sekarang punya kesempatan untuk membela tuduhan itu di pengadilan dan saya bersyukur akan hal itu,” katanya.
Ini bukan pertama kalinya Russell Brand mendapat tuduhan terlibat dalam kasus pemerkosaan. Sejak tahun 2000-an, ia pernah disebut melakukan pelecehan di lokasi syuting film Arthur pada tahun 2011.