Bagikan:

JAKARTA - Pemilik warung Madun Oseng, Nyak Kopsah, berbicara dengan penuh emosi mengenai dampak negatif yang dirasakan usahanya akibat ulasan buruk dari food vlogger.

Dalam sebuah podcast, Nyak Kopsah mengungkapkan kekecewaannya terhadap ulasam yang tidak hanya berdampak buruk pada reputasi warungnya, tetapi juga merusak usahanya yang telah dibangun dengan susah payah.

Menurut Nyak Kopsah, usahanya mengalami penurunan yang sangat drastis setelah beberapa konten kreator kuliner memberi sorotan negatif terhadap Madun Oseng. Hal ini membuatnya terpaksa menutup usaha yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

"Orang yang masuk ke tempat gue, dia enggak peduli dengan keuangan gue. Yang penting video dia viral," keluh Nyak Kopsah, dikutip VOI dari kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS pada Sabtu, 22 Maret.

Ia menjelaskan bagaimana para food vlogger datang ke warungnya, membuat konten viral, namun sama sekali tidak memberikan dukungan finansial pada bisnis makanan yang telah dikelola. Dalam kesempatan tersebut, Nyak Kopsah melanjutkan ceritanya dengan penuh amarah.

"Posting, posting, sono, sono, viral. Lo datang ke tempat gue buat review sono-sini. Karena lagi rame, lo enggak sedikit pun kasih gue uang," jelasnya.

Dengan suara bergetar dan air mata yang mengalir, pria yang lebih dikenal dengan nama Bang Madun ini menuntut agar para food vlogger bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh konten-konten mereka.

"Lo puas sama konten-konten lo. Tapi lo udah banyak nyakitin gue. Berkat konten-konten lo, orang banyak udah ngancurin usaha gue,"bebernya.

Ia merasa para food vlogger hanya memikirkan keuntungan pribadi dengan cara membuat konten viral tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan bagi usaha kecil seperti miliknya. Dampak dari ulasan tersebut, begitu besar hingga membuatnya merasa hampir kehilangan akal sehat.

"Gue hancur, sehancur-hancurnya. Untung enggak gila, untung gue enggak bundir (bunuh diri)," ungkapnya sambil menangis.

Nyak Kopsah menggambarkan betapa kerasnya dunia usaha yang dijalani, terutama sebagai seorang perintis yang membangun bisnisnya dari nol, bukan sebagai pewaris yang mendapat keuntungan tanpa perjuangan.

Dalam kondisi emosional yang sangat terguncang, ia mengungkapkan bahwa saat ini yang bisa dipertahankan hanya harga diri.

"Gue mempertahankan gimana caranya biar saudara gue bisa makan." kata Nyak Kopsah dengan isak tangis yang tak terbendung.

Persoalan ini bermula pada tahun 2023, ketika seorang food vlogger bernama A Juju mengunjungi warung Madun Oseng dan memberikan ulasan mengenai pengalamannya di sana.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Juju memberikan kritik terhadap beberapa aspek warung tersebut. Ia menyoroti aroma tidak sedap yang berasal dari lokasi warung yang berada di dekat sungai, serta kondisi tempat kurang rapi.

"Ini beneran deh aromanya kurang wangi gitu. Nah ini dia tempatnya, agak berantakan tapi enggak apa-apa." ungkap Juju dalam videonya.

Meskipun kritik tersebut disampaikan dengan niat untuk memberikan masukan, dampaknya jauh lebih besar dari yang diharapkan. Ulasan tersebut justru memicu reaksi negatif dari banyak orang. Hingga akhirnya berdampak pada penurunan jumlah pengunjung dan berujung pada kerugian finansial yang sangat besar bagi Nyak Kopsah.