YOGYAKARTA - Berita duka datang dari dunia seni di Indonesia atas berpulangnya Subarkah Hadisarjana. Seniman legendaris ini diberitahukan meninggal dunia pada Selasa (11/3/2025). Kabar kepergiaan Subarkah disampaikan oleh Rangga Riantiarno lewat akun Instagram pribadinya. Seperti apa profil Subarkah Hadisarjana dan sepak terjangnya?
"Selamat jalan, om Barkah @subarkah5. Sebuah kehormatan wajahku jadi salah satu kanvas wadah ekspresi artistik Om Barkah selama sekian tahun." mengutip dari Instagram akun Instagram @rangamaru.
Kabarnya jenazah Subarkah Hadisarjana dikebumikan di kediamannya Pondok Tirta Mandala, Depok, Jawa Barat. Berpulangnya Subarkah membuat banyak pihak mengenang kontribusi dan karya-karyanya dalam dunia seni dan industri hiburan di tanah air.
Sebagai salah satu seniman legendaris yang pernah dimiliki Indonesia, mari simak profil Subarkah Hadisarjana dan perjalanan kariernya.
Profil Subarkah Hadisarjana
Subarkah Hadisarjana lahir pada 25 Juni 1958. Dirinya dikenal sebagai seorang seniman senior di Indonesia dengan pengalaman luas di dunia teater dan perfilman.
Selain dikenal sebagai aktor berbakat, ia juga memiliki keahlian di berbagai bidang produksi seni, seperti tata rias, artistik, dan busana dalam berbagai pementasan.
Karier Subarkah Hadisarjana di Dunia Kesenian
Subarkah Hadisarjana telah tampil di berbagai panggung internasional, termasuk di Filipina, Malaysia, dan Singapura bersama Teater Kecil. Beberapa pementasan yang pernah dibawakannya antara lain Ozon dan Sumur Tanpa Dasar.
Selain itu, Subarkah juga berpartisipasi dalam program kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS). Dirinya membawakan drama yang sama di empat kota di negara tersebut.
Di industri perfilman, Subarkah terlibat dalam berbagai aspek produksi. Ia bertugas sebagai penata rias dalam beberapa film. Salah satunya Pengkhianatan G30S/PKI yang dirilis pada tahun 1982. Tak hanya itu, ia juga menangani efek khusus dalam film Jakarta '66 yang tayang setahun setelahnya.
Kiprah Subarkah Hadisarjana di Bidang Pendidikan
Selain berkecimpung di dunia seni, Subarkah juga berperan dalam bidang akademik. Ia mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta di London School dan College of La Salle.
Di IKJ, Subarkah pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan selama dua periode, yaitu pada tahun 2002 dan 2009. Selain itu, pada tahun 2008, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Seni Rupa IKJ.
Filmografi Subarkah Hadisarjana
Subarkah Hadisarjana perlu bermain peran di sejumlah film layar lebar berikut ini:
- “Kipas-kipas Cari Angin” tahun 1989
- “Gonta Ganti” tahun 1990
- “Makelar Kodok Untung Besar” tahun 1990
- “Boleh Dong... Untung Terus” tahun 1992
- “Kafir” tahun 2002
- “Petualangan 100 Jam” tahun 2004
- “17th” tahun 2004
- “Ai Lop Yu Pul” tahun 2009.
- “Get Married 3” tahun 2011
Tak hanya tampil di film, Subarkah Hadisarjana juga pernah membintangi beberapa sinetron, ini:
- “Pelangi di Hatiku” tahun 1993
- “Benang Emas” tahun 1994
- “Si Doel Anak Sekolahan” tahun 1994
- “Akal-Akalan” tahun 1996
- “Sarana Angkutan Rakyat” tahun 1996
- “Wah Cantiknya” tahun 2001
- “Sok Kenal Sok Dekat” tahun 2003
- “Cintaku di Rumah Susun” tahun 2003-2005
BACA JUGA:
Prestasi Subarkah Hadisarjana
Subarkah Hadisarjana juga dikenali sebagai seniman yang pernah meraih sejumlah penghargaan berikut ini sepanjang kariernya:
- Gelar Musik Humor di Taman Ismail Marzuki (1979).
- Juara Lomba Karakter Makeup Nasional (1981).
- Penghargaan dalam Festival Fantasi Makeup Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia (1991).
Demikianlah informasi profil Subarkah Hadisarjana dan sepak terjangnya sebagai seniman legendaris tanah air. Dengan perjalanan karier yang panjang, Subarkah memberikan kontribusinya yang besar di dunia seni di Indonesia. Baca juga profil Suwarno Wisetrotomo, kurator dan kritikus seni.
Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.