Bagikan:

JAKARTA - Pikiran memiliki keunikan sama halnya dengan sidik jari. Tiap orang memiliki cara berpikir berbeda. Sebagian orang memiliki pikiran tentang masa lalu yang membekas, sedangkan lainnya berfokus pada masa depan. Tapi, bagaimana dengan pikiran yang menghalangi kenikmatan hidup hingga memaksa Anda menata ulang hari berdasarkan pikiran tersebut?

Di saat-saat sulit, pikiran irasional terasa sangat membebani. Namun, dengan dukungan tepat, Anda dapat mengelola dampak pikiran irasional terhadap hidup Anda.

Pengertian Pikiran Irasional

Istilah "irasional" bukanlah penilaian. Dalam konteks ini, ini adalah istilah klinis. Istilah irasional merujuk pada sesuatu yang tidak didasarkan pada alasan, logika, atau pemahaman.

Dari sudut pandang psikologis, pikiran irasional meliputi:

  • tidak didasarkan pada bukti
  • sebagian besar beroperasi berdasarkan asumsi
  • berakar pada keyakinan berdasarkan pengalaman masa lalu, positif atau negatif

Semua orang memiliki pikiran irasional dari waktu ke waktu dan secara umum, sebenarnya tidak "buruk." Namun, pikiran ini dapat menyebabkan Anda sangat tertekan dan menciptakan ketegangan dalam hidup. Oleh sebab itu, penting memahaminya dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan mengatasi masalah untuk mengelolanya.

Penyebab Pikiran Irasional

Pikiran irasional adalah mekanisme penanggulangan. Pikiran irasioanl adalah cara otak Amencoba mempersiapkan diri menghadapi suatu hasil, sehingga hal yang tidak diketahui tidak terasa menakutkan.

Pikiran irasional merupakan bagian alami dari kehidupan, terutama sebelum menghadapi peristiwa menegangkan, misalnya berpidato di depan umum atau kencan pertama. 

“‘Saya tidak bisa melakukannya. Saya tidak cukup baik.’ Kedengarannya familiar? Setiap orang pasti pernah mengalami pikiran yang tidak rasional,” kata Renée Goff, seorang psikolog klinis berlisensi di Cincinnati, Ohio melansir Psych Central, Selasa, 25 Februari.

Banyak orang akan mampu mengenali pikiran-pikiran ini sebagai pikiran irasional, sehingga mencoba mengatasi dan menyingkirkannya. Sedangkan yang lain justru menyimpan dan menganggap pikiran ini penting.

Jika Anda terus menerus memikirkan pikiran irasional, lambat laun ini akan berdampak negatif pada banyak aspek kehidupan, termasuk: 

  • karier
  • keluarga
  • persahabatan
  • kehidupan rumah tangga
  • hubungan romantis
  • sekolah

Siapa yang mengalaminya secara terus-menerus?

Bagi sebagian orang, pikiran irasional merupakan suatu pola. Meskipun tidak selalu demikian, terkadang hal ini bisa menjadi gejala dari suatu kondisi kesehatan mental.

“Meskipun kita semua memiliki pikiran irasional, batasan antara pikiran bermasalah dan tidak adalah ketika pikiran tersebut mulai berdampak negatif pada kehidupan atau menyebabkan gangguan fungsional dalam perilaku,” kata Billy Roberts, seorang dokter berlisensi di Columbus, Ohio.

Beberapa kondisi kesehatan mental yang dapat menyebabkan pikiran irasional terus-menerus meliputi:

  • gangguan kecemasan
  • gangguan bipolar
  • gangguan dismorfik tubuh
  • gangguan delusi
  • gangguan depresi
  • gangguan makan
  • gangguan obsesif-kompulsif
  • gangguan kepribadian
  • gangguan penggunaan zat

Ada banyak cara mengatasi pikiran irasional secara produktif. Bergantung pada apa yang menyebabkan pikiran irasional:

Terima Pikiran

Melansir Very Well Mind, untuk mengubah cara berpikir Anda, pertama-tama harus mengenali pikiran irasional tersebut. Saat mendapati diri memiliki pikiran irasional, pertama-tama beri label dengan mengatakan kepada diri sendiri atau dengan suara keras, "Ini adalah pikiran irasional."

Ingatlah bahwa Anda bukanlah orang jahat karena memiliki pikiran-pikiran ini. Anda tidak dapat mengendalikan setiap pikiran irasional yang muncul di kepala . Cobalah tidak "mengusir" pikiran-pikiran itu dari kepala atau menghukum diri sendiri karena memilikinya. Cobalah utidak membantah pikiran atau keyakinan tersebut.

Cukup sadari pikiran tersebut dan terimalah bahwa pikiran itu ada. Ketika menolak pikiran tersebut, Anda memberinya lebih banyak kekuatan. Ketika mengatakan kepada diri sendiri untuk tidak memikirkan sesuatu, misalnya, Anda cenderung akan memikirkannya.

Mungkin sulit, tetapi cobalah membiarkan waktu berlalu. Jangan biarkan pikiran irasional mengganggu aktivitas. Biarkan diri merasakan kekhawatiran, stres, atau kecemasan, tetapi cobalah mengamati perasaan Anda alih-alih langsung bereaksi terhadapnya.

Ubah Pikiran

Cobalah membawa buku catatan dan pena sepanjang hari, tuliskan setiap pikiran merugikan dan tidak rasional yang Anda sadari. Tujuannya guna melihat seberapa sering Anda memiliki pikiran irasional. 

Sekarang setelah Anda menuliskannya di atas kertas, luangkan waktu menuliskan pernyataan lebih konstruktif. Misalnya, katakanlah Anda menulis, "Saya seharusnya tidak terlalu khawatir dan bisa mengendalikan diri."

Coba ganti pikiran negatif itu dengan pernyataan seperti, "Beberapa hari lebih baik daripada yang lain, tetapi saya tahu saya berusaha sebaik mungkin mengatasi kecemasan dan kepanikan."

Semakin menyadari proses berpikir Anda, semakin mudah mengubahnya. Seiring berjalannya waktu, pandangan Anda tentang diri sendiri dan dunia di sekitar akan berubah menjadi gambaran lebih optimis.

Pilihan Gaya Hidup

Dr. Block menyarankan, "Mengembangkan kebiasaan sehat seperti olahraga, yoga, meditasi, dan hobi dapat membantu seseorang menjauh dari pemikiran irasional dan mendorong refleksi diri."

Praktik yoga dan meditasi telah mengurangi stres pada orang yang berjuang melawan gangguan kecemasan, OCD, dan PTSD, beberapa kondisi terkait dengan pemikiran irasional.

Peserta dalam satu penelitian memiliki kadar serotonin lebih tinggi setelah bermeditasi daripada sebelumnya. Serotonin adalah hormon meningkatkan perasaan sejahtera dan bahagia.