Bagikan:

JAKARTA - Scarlett Johansson membuat respons setelah video dirinya dengan Kanye West yang dibuat dengan AI (artificial intelligence) menjadi viral.

Video yang beredar menampilkan ia bersama Jack Black, Drake, Mila Kunis, Steven Spielberg dan lainnya mengenakan kaus dan mereka membuat gestur jari tengah sebagai bentuk penolakan terhadap antisemit.

Kesal karena namanya dikaitkan, Johansson mengecam AI dalam pernyataannya. Ia menulis, “Saya adalah wanita Yahudi yang tidak punya toleransi kepada antisemit atau pesan kebencian.”

“Tapi saya juga percaya pesan kebencian yang dibagikan AI adalah ancaman besar daripada satu orang yang bertanggung jawab. Kita harus mengecam penyalahgunaan AI, apa pun pesannya atau kita kehilangan berpegang dengan realita,” katanya.

“Sayangnya, saya menjadi korban publik dari AI, tapi kenyataannya ancaman AI berdampak kepada kita semua. Ada gelombang 1000 kaki terkait AI kepada negara progresif tidak hanya Amerika Serikat,” lanjut istri Colin Jost itu.

“Saya mendesak pemerintah AS untuk menjadikan pengesahan undang-undang yang membatasi penggunaan AI sebagai prioritas utama; ini adalah masalah bipartisan yang sangat memengaruhi masa depan umat manusia secara umum,” katanya.

Ini bukan pertama kalinya, Scarlett Johansson menyatakan kecaman terhadap AI. Pada November 2023, ia menggugat aplikasi AI yang menggunakan nama dan penampilannya dalam sebuah iklan daring. Ia juga membuat surat terbuka kepada OpenAI setelah mereka menggunakan suaranya dalam film Her tahun 2013 sebagai inspirasi untuk program Sky.

“Ketika saya mendengar suara demonya, saya terkejut, marah dan tidak percaya (CEO OpenAI) mengejar suara yang mirip dengan saya bahkan teman-teman saya dan berita tidak bisa membedakan,” kata Scarlett Johansson.

Di sisi lain, komentar Kanye West mengenai antisemit berdampak dengan pemutusan kontrak dengan manajernya dan akun X-nya dinonaktifkan.