Bagikan:

JAKARTA - Aktris Barbie Hsu meninggal dunia di Jepang pada 2 Februari karena pneumonia yang ia dapat dari tertular flu. Di tengah kabar duka, mantan suami sang aktris - Wang Xiao Fei menjadi sorotan publik.

Sesaat setelah kabar duka itu muncul, Wang Xiao Fei mengubah foto profil akun media sosialnya menjadi hitam. Kemudian, ia mengubah fotonya lagi menjadi foto ia dan sang putri.

Tidak hanya itu, beberapa warganet menemukan Wang Xiao Fei yang berjalan di tengah hujan setelah kabar meninggalnya Barbie Hsu.

Terungkap hubungan Wang Xiao Fei dan Barbie Hsu dalam kondisi yang tidak baik. Mereka menikah pada tahun 2011 ketika nama Barbie Hsu sedang populer di industri hiburan Taiwan.

11 tahun berlalu, Wang dan Barbie Hsu memilih bercerai, namun sang suami diduga berselingkuh dan beberapa masalah berkaitan dengan politik. Ketika bercerai, Wang juga diklaim gagal memenuhi nafkah kewajiban kepada istrinya.

Pada November 2024, Barbie Hsu menggugat Wang Xiao Fei dan ibunya atas pasal penghinaan. Ia merilis pernyataan bahwa ia sudah merekrut tim legal untuk mengambil tindakan terhadap keduanya yang membuat penghinaan di media sosial seperti Weibo dan Douyin.

Melansir Straits Times, dokumen menyatakan Zhang Lan, ibu dari Wang terus mengirimkan komentar negatif dalam siaran langsung Barbie Hsu sejak 21 November 2022, begitu juga dengan anaknya sejak akhir tahun 2022.

Selain mantan suaminya, pihak Barbie juga akan melaporkan netizen yang melakukan hal serupa.

Usai bercerai, Barbie Hsu menikah dengan DJ Koo yang merupakan mantan kekasihnya 20 tahun lalu. Hal ini juga sempat dianggap Wang sebagai dugaan perselingkuhan yang ia tulis di media sosial.

“Aku tidak mau mengatakan apa-apa lagi, tapi apa yang terjadi di masa lalu, sudah terjadi jadi jangan saling menyerang,” tulis Wang Xiao Fei.

Barbie Hsu membantah dugaan perselingkuhan itu dengan menulis, “Sulit untuk mempertahankan atau mengakhiri pernikahan 10 tahun. Aku tidak punya kekuatan dan tidak berani selingkuh.”

Di sisi lain, saat ini, jenazah Barbie Hsu akan dikremasi di Jepang dan direncanakan untuk dibawa pulang ke Taiwan.