Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan pentingnya pemugaran Panggung Songgo Buwono di Keraton Surakarta sebagai upaya pelestarian warisan budaya.
“Jika warisan sehebat ini dibiarkan rusak, apa yang akan kita wariskan ke generasi mendatang?” tegas Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (24/1).
Bangunan yang dibangun pada 1728 ini menunjukkan kerusakan serius. Dinding retak, lantai kayu lapuk, dan struktur lepas menjadi perhatian dalam kunjungan Fadli bersama Pangeran KGPH Hangabehi. Pemugaran dimulai dengan prosesi adat "wilujengan" di Sasono Parasdya. Fadli turut berdoa di puncak lantai enam agar proses berjalan lancar.
Fadli menekankan pentingnya pemugaran berbasis kajian mendalam. “Konservasi harus menjaga keaslian fisik dan nilai-nilai budaya,” jelasnya. Dukungan penuh datang dari Sinuhun Pakubuwono XIII dan Gusti Moeng selaku Ketua Dewan Adat Keraton. Mereka berharap pemugaran ini menjadi langkah awal pelestarian bangunan lain di Keraton Surakarta.
Panggung Songgo Buwono bukan sekadar bangunan, melainkan simbol spiritual dan budaya Nusantara. Fadli berharap, pemugaran ini menjadikan bangunan sebagai pusat edukasi budaya yang menginspirasi generasi muda untuk mencintai warisan bangsa.
BACA JUGA:
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh Keraton, termasuk GKR Koes Murtiyah Wandansari, KGPH Tedjowulan, dan abdi dalem. Sinergi antara pemerintah dan Keraton diharapkan mempercepat proses pemugaran.