JAKARTA - Dua kuliner khas Indonesia masuk dalam daftar makanan terburuk di dunia per Januari tahun 2025, versi Taste Atlas. Daftar tersebut berjudul 100 Worst Rated Foods in the World atau 100 Makanan dengan Peringkat Terburuk di Dunia.
Mengutip dari laman resminya pada Rabu, 15 Januari 2025, daftar tersebut ditentukan berdasarkan penilaian hingga 8 Januari 2024 lalu. Tercatat sebanyak 385.835 suara diberikan dalam daftar tersebut. Peringkat dalam Taste Atlas ditentukan melalui penilaian publik dan mengabaikan mesin bot, nasionalis, atau patriotik lokal.
Berdasarkan penilaian tersebut, terdapat dua kuliner Indonesia masuk daftar makanan terburuk 2025, yakni tinutuan dan paniki. Tinutuan berada pada peringkat 16 dengan nilai 2,3 bintang, sedangkan paniki menempati peringkat 36 dengan bintang 2,5.
Tinutan merupakan bubur khas Manado, Sulawesi Utara, yang biasa dikonsumsi saat sarapan. Tinutuan umumnya dibuat menggunakan bayam, labu, singkong, dan jagung, ataupun ditambah sayuran-sayuran lainnya.
Sayuran-sayuran tersebut direbus bersama beras di dalam panci hingga menjadi bubur. Makanan ini dapat disajikan dalam mangkuk bersama ikan asin dan sambal.
BACA JUGA:
Sementara paniki juga merupakan makanan khas Manado, Sulawesi Utara, yang menyerupai sup. Namun, pembuatan makanan ini menggunakan bahan utama berupa daging kelelawar.
Makanan ini dibuat dengan memanggang kalelawar lebih dahulu untuk menghilangkan bulu di tubuhny. Kemudian isi perutnya dibersihkan, dan daging kalelawar dipotong kecil lalu direbus.
Daging kalelawar yang direbus itu kemudian dimasak dengan santan, serai, daun kari, daun bawang, jahe, cabai, bawang putih, dan diberi taburan bawang goreng. Paniki biasanya disajikan dengan nasi putih.