JAKARTA - Garin Nugroho bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan pertunjukan Samsara Cine-Concert yang merupakan film terbarunya. Film ini diperankan Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett dalam film bisu selama satu setengah jam.
Samsara berlatar di Bali mengisahkan seorang pria bernama Darta (Ario Bayu) yang ditolak oleh keluarga dari wanita yang ia cintai, Sinta (Juliet Burnett). Ia melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet untuk mendapat kekayaan, namun setelah mendapat semuanya, Darta justru tersiksa karena harus memenuhi janji kepada Raja Monyet.
Garin Nugroho merasa senang film terbarunya mendapat sambutan baik, terlebih lagi film ini hadir dalam format Cine-Concert yang masih terbilang baru di Indonesia.
“Tentunya senang dengan penampilan di Esplanade dan dapat sambutan baik kemudian di Bali lalu di Jogja dan sekarang di Jakarta jadi Samsara semacam upacara, sangat berbeda,” kata Garin Nugroho dalam sesi tanya jawab pada Jumat, 13 Desember.
“Samsara mengajak berbagai teman dari Bali khususnya menjadi penting di tengah era yang kita tahu film bisu menjadi sesuatu yang fenomenal,” katanya.
BACA JUGA:
Samsara Cine-Concert akan dimulai pada Jumat, 13 Desember hingga Minggu, 15 Desember bertempat di Graha Bhakti Budaya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Ini merupakan pertunjukan terbaru sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Australia dan berbagai negara lainnya pada tahun 2025.
“Challengenya cine-oncert tiap pemutaran gak cuma memutar film di mana aspeknya banyak dari teknis, layar sampai perangkat gambar jadi pasti degdegannya ada terus,” kata Gita Fara selaku produser Samsara.
“Perlu diketahui kita latihan dengan gamelan berbeda entah karena tidak tepat jadi baru diambil gamelan dari Jogja kemarin malam,” kata Garin.
"Samsara bukan hanya film bisu tapi interpretasi skrip musik elektronik itu bercabang ke banyak pendekatan. Gabber Modus Operandi melihatnya sci-fi jadi lebih melihat klenik sebagai fiksi. Teknologinya sendiri sudah sampai ngikutin laras gamelan," kata Kasimyn dari Gabber Modus Operandi selaku penata musik.
Samsara juga memenangkan beberapa penghargaan di Festival Film Indonesia (FFI), yaitu Sutradara Terbaik, Pengarah Sinematografi, Penata Musik, dan Penata Busana.