<i>Sleep Texting</i>, Kebiasaan Mengirim Pesan saat Tidur
Ilustrasi (Ketut Subiyanto-Pexels´╗┐)

Bagikan:

JAKARTA - Mengecek ponsel sewaktu bangun tidur mungkin sudah lumrah dilakukan. Namun, pernahkah Anda mengalami momen di mana banyak pesan yang Anda kirim ke orang-orang, tetapi tak merasa mengirimkannya. Apalagi kalau dilihat dari waktu kirimnya adalah jam saat Anda sedang tidur. 

Kondisi tersebut adalah sleep texting, merujuk pada menggunakan ponsel dan mengirim pesan dalam kondisi tidur. 

Secara medis, sleep texting ini biasanya terjadi saat seseorang memasuki fase tidur rapid eye movement (biasanya terjadi sekitar 70 sampai 90 menit setelah kita tertidur) yang memang memungkinkan orang untuk mengirim pesan cepat tanpa berpikir. 

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of American College Health, sleep texting adalah tren yang berkembang di kalangan anak muda saat ini.

Penelitian mengungkap bahwa kondisi ini terjadi saat seseorang merespons atau mengirim pesan saat tidur.

Suara notifikasi di ponsel menunjukkan bahwa ada pesan masuk, yang secara otomatis akan membangunkan pemiliknya. Secara naluriah, Anda akan mengambil ponsel dan merespons pesan. Sayangnya, Anda mungkin tak begitu sadar seperti saat terjaga. 

Hal yang perlu diketahui adalah seluruh bagian otak seseorang mungkin tidak tidur dan terjada pada waktu bersamaan. Bisa saja ada satu bagian yang memungkinkan tubuh masih bisa berkoordinasi dengan pergerakan dan Anda mampu mengirim pesan meski tak jelas apa isinya karena tidak benar-benar sadar. 

Kondisi ini juga bisa disebut parasomnia, sama seperti ketika Anda berjalan, bicara, atau bahkan makan sambil tidur. 

Penyebab sleep texting juga bisa berasal dari kecanduan ponsel dan kebiasaan selalu aktif setiap saat. Rata-rata anak muda bisa mengirimkan 60-100 pesan teks setiap harinya dan ini sudah jadi kebiasaan harian. 

Dr. Alison Kole, spesialis tidur di Summit Medical Group, mengatakan bahwa kita telah menjadi masyarakat yang begitu erat dengan ponsel, berada di depan cahaya terus-menerus, dan selalu terpapar ponsel sampai mengganggu tidur. 

Untuk pencegahan, pastikan Anda tidak tidur di dekat ponsel, misalnya menaruh di bawah bantal atau di samping kasur. Sebisa mungkin, tidurlah berjauhan dan ponsel. 

 

Biasakan untuk mematikan nada dering selama tidur. Selain itu, mulai jauhi ponsel beberapa waktu sebelum tidur. Anda bisa mengalihkan pikiran untuk bermain ponsel dengan membaca buku atau mendengarkan musik. Kebiasaan ini tak hanya bisa mencegah sleep texting, tapi juga membuat tidur lebih berkualitas.