LIMA PULUH KOTA — Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak 1834 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, mulai dipersiapkan menjadi destinasi budaya dan wisata religi setelah pemugaran tahap pertamanya rampung.

Peresmian hasil pemugaran dilakukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mengunjungi masjid cagar budaya tersebut, Jumat (19/6). Momentum itu ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak 1834 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sebelum dipugar. (Wikimedia Common)
Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak 1834 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sebelum dipugar. (Wikimedia Common)

Menurut Fadli, pekerjaan belum berhenti pada pemugaran bangunan utama. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penataan kawasan, pemagaran, serta penyediaan informasi sejarah yang ditargetkan selesai pada 2026.

"Kita kerja kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, sektor swasta, serta masyarakat yang peduli terhadap kebudayaan," kata Fadli.

Ia menilai keberhasilan pelestarian bangunan bersejarah tidak hanya ditentukan oleh renovasi fisik, tetapi juga bagaimana situs tersebut tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat.

Karena itu, pemerintah mendorong aktivasi kawasan agar Masjid Tuo Ampang Gadang tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat.

Fadli juga menilai masjid tersebut menyimpan nilai sejarah yang masih dapat diteliti lebih jauh, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan perkembangan tradisi tarekat di masa lalu.

Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyambut baik pemugaran tersebut. Menurut Bupati, pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang sejalan dengan agenda pembangunan daerah sekaligus upaya menjaga warisan budaya Minangkabau.

Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak 1834 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, setelah direnovasi. (Wikimedia Common)
Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak 1834 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, setelah direnovasi. (instagram @ianpiliang)

Tahap lanjutan pemugaran akan menyasar menara masjid yang dibangun pada 1901. Menara itu memiliki karakter arsitektur unik yang memadukan unsur budaya Minangkabau dan pengaruh Mughal dari Asia Tengah.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan di sekitar masjid menjadi tujuan wisata terpadu yang mencakup wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner, hingga wisata alam.

Harapannya, keberadaan situs bersejarah tersebut tidak hanya menjaga jejak masa lalu, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Masjid Tuo Ampang Gadang merupakan salah satu bangunan bersejarah penting di Sumatra Barat yang masih mempertahankan karakter arsitektur dan fungsi sosial-keagamaannya hingga kini.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+