JAKARTA - Presiden Emmanuel Macron mengatakan pada Hari Senin, Prancis dan Inggris akan bekerja sama dalam "misi multinasional damai" untuk memulihkan lalu lintas melalui Selat Hormuz, tetapi misi tersebut akan "terpisah dari pihak-pihak yang bertikai."

Iran mengontrol ketat Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima arus lalu lintas minyak dan LNG dunia setiap hari, menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota lainnya pada 28 Februari.

Inisiatif Inggris-Prancis, yang diumumkan Presiden Macron di media sosial X, tampaknya terpisah dari blokade yang diumumkan Presiden Trump.

"Dalam beberapa hari mendatang, bersama dengan Inggris Raya, kami akan menyelenggarakan konferensi dengan negara-negara yang siap berkontribusi bersama kami dalam misi multinasional damai yang bertujuan untuk memulihkan kebebasan navigasi di selat tersebut," kata Presiden Macron, melansir Al Arabiya dari AFP (13/4).

"Misi yang sepenuhnya defensif ini, terpisah dari pihak-pihak yang bertikai dalam konflik, dimaksudkan untuk dikerahkan segera setelah keadaan memungkinkan," lanjutnya.

Negeri Para Mullah dan Negeri Paman Sam pekan lalu sepakat untuk menghentikan permusuhan selama dua minggu. Tetapi, pembicaraan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di Pakistan pada akhir pekan berakhir dengan kegagalan.

Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan memerintahkan angkatan lautnya untuk melakukan blokade Selat Hormuz mulai Senin.

Presiden Trump juga mengatakan, di platform Truth Social miliknya, "Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini", tetapi tidak menyebutkan negara mana saja yang terlibat.

Sementara itu, militer AS mengatakan blokade yang diperintahkan oleh Presiden Trump akan dimulai pukul 14.00 GMT, berlaku untuk semua kapal yang meninggalkan atau berupaya berlabuh di pelabuhan Iran di kedua sisi jalur air utama tersebut.

Terpisah, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada Hari Senin, Inggris tidak akan bergabung dengan blokade angkatan laut Selat Hormuz yang diumumkan oleh Presiden Trump.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+